Pencarian populer

'Daftar Mubalig Harusnya Dikeluarkan MUI Bersama Universitas Islam'

Ribuan umat muslim memadati Masjid Istiqlal. (Foto: Aditia Noviansyah/kumparan)

Daftar mubalig yang dikeluarkan Kementerian Agama (Kemenag) menuai polemik. Guru besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Azyumardi Azra, mengatakan rekomendasi daftar mubalig tersebut seharusnya dikeluarkan oleh MUI yang bekerja sama dengan universitas Islam.

"Yang bikin jangan Kemenag tetapi MUI atau ormas Islam, bekerja sama dengan universitas Islam sehingga bisa dipertanggungjawabkan secara akademis," ujar Azyumardi seusai diskusi bertajuk 'Peran Pemerintah dan Pesantren dalam Penanggulangan Ekstremisme/ Terorisme' di Hotel Cemara, Jakarta Pusat, Jumat (25/5)

Azyumardi juga mendorong adanya standar kualifikasi yang jelas dari para mubalig. Menurutnya, masih banyak mubalig menyampaikan ceramah dengan niat yang kurang baik.

"Karena ada mubalig yang ceramahnya hanya memprovokasi sehingga harus jelas dibikin standar. Dibikin latar belakang pendidikannya di mana, berdakwah di mana. Itu penting," terang dia.

Guru Besar UIN Jakarta Azyumardi Azra (Foto: Rafyq Panjaitan/kumparan)

Azyumardi menjelaskan, cara berdakwah dan berceramah mubalig memang harus diatur secara jelas, terlebih saat berceramah di luar negeri. Ia meminta daftar mubalig yang dikeluarkan Kemenag untuk disempurnakan.

"Enggak apa apa, memang harus diatur. Kalau berceramah di Singapura, Malaysia, Mesir, itu harus ada surat izinnya. Kebebasan itu sering disalahgunakan ustaz-ustaz untuk memaki-maki siapa saja, maka perlu diterbitkan. Itu daftar harus disempurnakan," pungkasnya.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. (Foto: ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

Pascakritik dari sejumlah pihak, Menag Lukman Hakim Saifuddin langsung berkoordinasi dengan MUI. MUI sendiri tak mempermasalahkan adanya daftar 200 mubalig tersebut. Ketua MUI Ma'ruf Amin, mengatakan pihaknya justru akan membuat sertifikasi untuk para mubalig.

Lukman juga telah dipanggil oleh DPR untuk memberikan penjelasan. Dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama DPR, Kamis (24/5), Lukman tak menampik jika daftar mubalig yang dikeluarkannya tersebut dapat menimbulkan banyak tafsir. Lukman juga meminta masyarakat untuk memberikan masukan atas daftar tersebut.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.31