kumparan
27 Agu 2019 14:44 WIB

Dahnil Anzar: Lahan di Penajam Milik Hashim, Punya Prabowo di Berau

Dahnil Anzar saat menjadi saksi di sidang lanjutan Ratna Sarumpaet. Foto: Helmi Aafandi Abdullah/kumparan
Presiden Jokowi telah mengumumkan lokasi ibu kota baru di Kalimantan Timur, yakni di sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara.
ADVERTISEMENT
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Edhy Prabowo, mengonfirmasi tulisan Dahlan Iskaan yang menyebut di wilayah tersebut ada lahan milik Ketum Gerindra, Prabowo Subianto. Namun, informasi itu ditepis oleh juru bicara Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak.
Dahnil menjelaskan lahan yang terdapat di Penajam Paser Utara adalah milik Hashim Djojohadikusumo, adik Prabowo. Sedangkan, lahan yang dimiliki Prabowo berada di Kabupaten Berau. Dia mengatakan, lahan Hashim yang berada di Penajam Paser Utara bergerak di bidang perkebunan.
"Yang di Penajam Paser Utara itu milik Pak Hashim, (namanya) PT ARSARI GRUP di Penajam Paser Utara itu milik Pak Hashim. Itu yang digunakan untuk pilot project energi terbarukan melalui pohon aren yang dulu sempat dipersentasikan juga oleh Pak Hashim kan senbagai gerakan energi yang terbarukan yang jadi pilot project," kata Dahnil kepada wartawan, Selasa (27/8).
ADVERTISEMENT
Namun, Dahnil tak tahu persis berapa luas lahan yang dimiliki Hashim di sana. Ia juga tidak tahu apakah lahan tersebut menjadi bagian dari lahan perpindahan ibu kota baru. Yang jelas, kata dia, Prabowo hanya memiliki lahan di Kabupaten Berau.
"Pak Prabowo itu di Berau lahannya. Di situ (Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara) enggak ada, beliau punyanya di Berau," ungkap Dahnil.
Menurut Dahnil, lahan milik Hashim itu dibeli dari PT International Timber Corporation Indonedia (ICTI). "Setahu saya setelah dibeli dari PT ICTI ya," ujar Dahnil.
Selain Edhy Prabowo, mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan dalam laman pribadinya disway.id bercerita, pernah berniat membeli lokasi untuk pembangkit listrik tenaga nuklir Thorium di sebuah pulau di Teluk Balikpapan.
ADVERTISEMENT
Diceritakan juga, lewat teluk itu kayu-kayu diekspor dalam bentuk gelondongan. Kayu-kayu itu menghasilkan pundi-pundi dolar, yang saat itu hak penebangan hutannya diberikan ke perusahaan asing dari Amerika Serikat, International Timber Corporation Indonesia (ITCI), yang berpusat di Oregon.
Namun, menurut Dahlan, kini pemilik perusahaan itu sudah berganti, yakni Prabowo Subianto.
"Tentu sudah tidak ada lagi hutan itu di sana. Juga tidak ada lagi ITCI. Pemilik perusahaan itu sudah bukan orang Amerika lagi. Sudah berganti orang Indonesia. Namanya Prabowo Subianto," ungkap Dahlan.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan