Dalam Uji Kompetensi, 192 Capim KPK Diuji Pengetahuannya soal Korupsi

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Komisioner KPK Alexander Mawarta (tengah) ikuti seleksi Capim KPK tahap dua periode 2019-2023. Foto: Muhammad Lutfan Darmawan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Komisioner KPK Alexander Mawarta (tengah) ikuti seleksi Capim KPK tahap dua periode 2019-2023. Foto: Muhammad Lutfan Darmawan/kumparan

Seleksi lanjutan calon pimpinan KPK meliputi objective test dan penulisan makalah digelar hari ini, Kamis (28/7). 192 peserta akan mengikuti rangkaian ujian tersebut dalam dua sesi.

Ketua Pansel KPK Yenti Ganarsih menjelaskan, ujian pertama dilakukan berbasis komputer. Peserta akan diberikan pertanyaan dalam bentuk multiple choice.

"Memilih memberikan pertanyaan-pertanyaan kemudian peserta mencari 1 dan memakai laptop ya seperti kita ujian TOEFL (Test of English as a Foreign Language/ uji kemampuan berbahasa Inggris)," kata Yenti di gedung Pusdiklat Kemensetneg, Kamis (18/7).

Wakabareskrim Irjen Antam Novambar mengikuti tes kedua seleksi Capim KPK di Pusdiklat Kemensetneg, Jakarta Selatan. Foto: Muhammad Lutfan Darmawan/kumparan

Ujian sesi pertama itu dilaksanakan dari 08.00 WIB hingga 09.30 WIB. Sementara, untuk sesi kedua adalah ujian pembuatan makalah.

"Kedua, diketik tentang makalah. Jadi check point uji kompetensi dan membuat makalah adalah terkait semua problem, whats problem of compatting corruption in Indonesia jadi bagaimana kita berantas mencegah korupsi di indonesia dan segala permasalahannya. Jadi kita ingin menggali dari mereka sejauhmana mereka memahami permasalahan-permasalahan korupsi di Indonesia," ungkapnya.

Suasana menjelang tes kedua seleksi Capim KPK di Pusdiklat Kemensetneg, Jakarta Selatan. Foto: Muhammad Lutfan Darmawan/kumparan

Yenti menjelaskan, materi tersebut akan membahas seputar pemberantasan hingga pencegahan korupsi di Indonesia. Begitu juga manajemen organisasi internal dan juga hubungan kelembagaan antara KPK dengan lembaga lain.

Terkait target, Yenti berharap ada lebih dari 50 peserta yang lolos ke tahap selanjutnya.

"Kita harap antara 50 atau lebih 50 tergantung. Kalau emang ngeblank semua dan cuma 10 apa boleh buat. Jadi tergantung ya, kita kan punya kriteria-kriteria jadi kita harap masih banyak sehingga kita lebih mudah," pungkasnya.