kumparan
16 Feb 2019 6:36 WIB

Danrem: Granat yang Meledak di Bogor Sisa Latihan

Tim Puslabfor Polri mengambil sampel di TKP ledakan granat, Bogor, Kamis (15/2). Foto: Muhammad Darisman/kumparan
Komandan Resor Militer 061/Suryakencana, Kolonel Infanteri Novi Helmy Prasetya, mengatakan granat yang meledak di Kampung Wangun Jaya, Bogor, merupakan sisa latihan militer. Ia menduga amunisi tersebut terlewatkan pada saat sterilisasi usai latihan.
ADVERTISEMENT
“Granat yang ditemukan itu barang sisa latihan. Untuk SOP latihan, pascaberlatih harus dilakukan sterilisasi dan penyisiran, mungkin itu terlewatkan,” ujarnya, Jumat (15/2).
Granat yang menewaskan dua bocah itu berjenis senjata kaliber dengan berat 40 milimeter. Granat itu merupakan amunisi untuk senjata SPG.
Sementara,mengenai daya ledaknya, ia menyebut granat itu memiliki jangkauan hingga radius 250 meter. “Jarak 50 sampai 250 meter. Amunisi untuk senjata SPG,” ujarnya.
Kolonel Helmy sebelumnya memerintahkan Detasemen Peralatan ke TKP untuk menelusuri lebih lanjut soal ledakan. Sekaligus juga untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.
Tim Puslabfor Polri mengambil sampel di TKP ledakan granat, Bogor, Kamis (15/2). Foto: Muhammad Darisman/kumparan
Dalam penyampaian belasungkawa tersebut, tampak Komandan Detasemen Peralatan, Letkol Asep Rahmatsyah bersama tim di rumah keluarga Ibnu Mubarok. Pada kesempatan itu, Asep belum berani memastikan soal pemilik granat.
ADVERTISEMENT
“Belum diketahui kapan latihannya, makanya kami telusuri itu kapan terakhir orang latihan granat itu. Nanti hubungi kepala penerangan korem,” ujarnya.
Granat itu ditemukan oleh Ibnu dan kawan-kawan di Daerah Latihan Menembak Korem 061/SK yang tak jauh dari rumahnya. Benda itu meledak setelah mereka pukul menggunakan batu pada Kamis (14/2).
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan