Pencarian populer

Dapati Buruh Korut Malas Bekerja, Kim Jong-un Marah Besar

Kim Jong Un di Sinuiju Textile Mill (Foto: AFP/North Korea Pool)

Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong-un menujukkan kemarahannya pada pekerja di dua pabrik tekstil. Dia menyebut, buruh di pabrik tersebut tidak bekerja dengan keras.

Bukan cuma itu, sasaran kemarahan Kim juga dipicu ulah pekerja yang tidak merawat bangunan pabrik serta mengeluhkan kekurangan uang dan materi lainnya.

Menurut laporan Kantor Berita Korea Utara (KCNA) kemarahan Kim pecah ketika dia melangsungkan inspeksi ke dua pabrik di kota Sinuiji. Kota itu terletak di dekat dengan perbatasan China.

"Pabrik dan pekerja di industri di sini sejak didirikan pada 1950-an lalu selalu mendukung sektor industri ringan negara," sebut Kim di pabrik pertama yang dilawatnya, seperti dikutip dari Telegraph, Senin (2/7).

Kim Jong Un di Sinuiju Textile Mill (Foto: AFP/North Korea Pool)

"Sayangnya, pekerja pada masa ini, gagal mempertahankan tradisi membanggakan itu," sambung dia.

Kim menyatakan, dari pada hanya mengeluh kekurangan dana dan alat, lebih baik pekerja melakukan modernisasi peralatan sendiri. Kim menegaskan, paling penting saat ini adalah para pekerja mesti meningkatkan produktivitas.

Di pabrik kedua yang lokasinya berdekatan dari tempat pertama, usai melihat keadaan pabrik, Kim langsung menunjukkan emosinya lagi. Dia mengkritik pekerja yang tak mau menjaga bangunan pabrik itu.

Kim Jong Un di Sinuiju Textile Mill (Foto: AFP/North Korea Pool)

Gedung yang menurutnya bersejarah ini, kini lebih terlihat seperti "kandang kuda" dibanding pabrik.

Kim dikenal sebagai sosok tempramental dan doyan marah-marah. Bahkan, dirinya tak segan memberikan hukuman berat bagi setiap tindakan atau perlakuan yang tidak menyenangkan hatinya.

Kemarahan serupa pernah ditunjukan Kim saat berkunjung ke perternakan kura-kura 2015 lalu di Taedonggang. Kim marah usai mendapati banyak bayi kura-kura yang mati.

Ia menyalahkan pengelola peternakan yang dibangun oleh ayahnya Kim Jong-il itu. Ia pun menuding kepala pengelola tidak kompeten dan tak bertanggungjawab.

Walau kepala pengelola beralasan kematian bayi kura-kura dikarenakan kekurangan pasokan listrik, Kim telah terlanjur marah. Kepala pengelola pun ditembak mati akibat kesalahannya itu.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.60