kumparan
28 Feb 2019 11:55 WIB

Dedi Mulyadi: Saat Orang Jauhi Saya karena Klenik, Kiai Ma'ruf Datang

Dedi Mulyadi di DPP Partai Golkar. Foto: Jamal Ramadhan/ kumparan
Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan kesannya dengan cawapres 01 Ma'ruf Amin. Dedi terharu dengan sikap Kiai Ma'ruf yang masih menerimanya di saat orang lain mencibir.
ADVERTISEMENT
Dedi masih ingat, ia sempat dijauhi orang-orang saat menjabat sebagai Bupati Purwakarta. Alasannya karena kebijakan Dedi dipandang aneh dan lain daripada kepala daerah kebanyakan. Misalnya soal pembangunan banyak patung bernuansa Hindu di Purwakarta, padahal Dedi beragama Islam.
"Tiga tahun lalu waktu jadi bupati, saat semua orang jauhi saya karena nyeleneh dekat sama klenik, eh, ada kiai besar datang ke Purwakarta," kenangnya saat berpidato di hadapan ribuan masyarakat saat deklarasi relawan Kiai dan Santri (KISAN) di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Kamis (28/2).
Deklarasi dukungan relawan kiai dan santri (Kisan) Kabupaten Pangandaran untuk Jokowi-Amin di Pangandaran, Jawa Barat, Kamis (28/2) Foto: Rafyq Panjaitan/kumparan
Kiai yang dimaksud Dedi itu ialah Ketum MUI Ma'ruf Amin. Kehadiran Ma'ruf ke Purwakarta ternyata bukan untuk mengkritiknya.
"Pak Ma'ruf Amin datang beri dukungan dan bilang bahwa saya ini aset bangsa, karena saya ajarkan kitab kuning di SD," ujar ketua DPD Golkar Jawa Barat itu.
ADVERTISEMENT
Dedi memanfaatkan secara maksimal momen pertemuan dengan Ma'ruf saat itu. Keduanya banyak berbincang. Dari situ, Dedi mengetahui bahwa Ma'ruf punya keturunan langsung dari kerajaan Padjajaran.
"Pak Dedi, saya ini turunan Sunda, saya ini turunan Padjajaran, ayah saya dari Cirebon, ibu Sumedang," tuturnya menirukan ucapan Ma'ruf.
Deklarasi dukungan relawan kiai dan santri (Kisan) Kabupaten Pangandaran untuk Jokowi-Amin di Pangandaran, Jawa Barat, Kamis (28/2) Foto: Rafyq Panjaitan/kumparan
Dari percakapan itu, Dedi menaruh hormat pada Ma'ruf. Rasa hormat Dedi semakin tinggi saat Ma'ruf dideklarasikan sebagai cawapres mendampingi Jokowi.
"Karena saya dirangkul abah (Ma'ruf Amin) kayak anaknya. Beliau akan lanjutkan cita-cita tanah Galuh untuk bangun kebersamaan. Dan beliau punya martabat. Ini suatu kewajiban asasi jaga Galuh Padjajaran," tegasnya.
Deklarasi dukungan relawan kiai dan santri (Kisan) Kabupaten Pangandaran untuk Jokowi-Amin di Pangandaran, Jawa Barat, Kamis (28/2) Foto: Rafyq Panjaitan/kumparan
Kunjungan di Pangandaran merupakan hari keempat safari Ma'ruf Amin selama lima hari di Jawa Barat. Safari dimulai sejak senin 25 Februari hingga esok 1 Maret 2019.
ADVERTISEMENT
Sebelumnya, Ma'ruf telah menyapa warga di Kabupaten Cirebon, Kuningan, Banjar, dan akan diakhiri di Majenang.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan