kumparan
21 Jan 2019 13:10 WIB

Demokrat Duga Ada Tekanan di Balik Dukungan Walkot Cirebon ke Jokowi

Ilustrasi Wali Kota Cirebon Nasrudin Azis dukung Jokowi. (Foto: Wikimedia Commons dan Dok. Biro Pers Setpres)
Wali Kota Cirebon Nasrudin Azis, mendeklarasikan dukungan kepada paslon capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Padahal Nasrudin Azis saat ini masih menjadi kader Partai Demokrat, yang merupakan bagian dari partai koalisi pendukung capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo-Sandiaga Uno.
ADVERTISEMENT
Kadiv Hukum dan Advokasi DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mempertanyakan keputusan Nasrudin yang terkesan mendadak tersebut. Sebab, sebelumnya kata Ferdinand, Nasrudin ingin menjadi bagian dalam pemenangan Prabowo-Sandi.
"Deklarasi dukungan yang dilakukan wali kota Cirebon, sesungguhnya bagi DPP sebuagai sebuah sikap politik. Kami menghormati sikap saudara Nasrudin Azis yang memilih langkah politik mendukung Jokowi-Ma'ruf yang mendadak," kata Ferdinand kepada wartawan, Senin (21/1).
"Meskipun sebelumnya kami tahu beliau juga sangat ingin memenangkan Prabowo-Sandi tapi sikap politiknya tiba-tiba berubah kemarin," lanjutnya.
Ferdinand mengatakan, DPP Partai Demokrat melihat deklarasi Nasrudin Azis mendukung Jokowi-Ma'ruf dilatarbelakangi oleh kasus korupsi pembangunan jalan di Dinas PU Kota Cirebon beberapa waktu yang lalu.
Ferdinand Hutahaean. (Foto: Iqbal Firdaus/kumparan)
"Kami melihat bahwa ini tidak terlepas peristiwa yang terjadi di Cirebon sendiri di mana ada pejabat di Dinas PU yang ditetapkan tersangka kepolisian dalam proyek pembangunan jalan mungkin ini adalah rentetan itu," jelasnya.
ADVERTISEMENT
"Kami tidak ingin menuduh kami anggap ini sikap politik beliau mungkin saja ini ada tekanan atau apa kami juga tidak bisa menuduh, " lanjutnya.
Ferdinand menegaskan, apa yang dilakukan Nasrudin tersebut tak memberikan pengaruh besar terhadap perolehan suara Prabowo-Sandi. Karena lanjutnya, suara untuk mendukung paslon 01 itu hanya berupa sikap pribadi saja.
"Kami anggap hanya mengurangi satu suara saja. Semua nanti kita akan evaluasi masalah sanksi nanti urusan dewan kehormatan," jelasnya.
"Tidak usah galau atas sikap Nasrudin Azis," kata Ferdinand.
Sementara, terkait kasus dugaan korupsi di Dinas PU Kota Cirebon, polisi telah menetapkan seorang pejabat Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) berinisial YW menjadi tersangka dugaan kasus korupsi pembangunan jalan.
ADVERTISEMENT
Pengerjaan pembangunan jalan tersebut, bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2016 senilai Rp 599,9 juta. Saat ini kasus tersebut telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Cirebon.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan