Pencarian populer

Demokrat: Koalisi Partai Pendukung Prabowo - Sandi Sudah Berakhir

Sekjen Partai Demokrat, Hinca Panjaitan. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Partai Demokrat menganggap Koalisi Adil Makmur bersama Prabowo-Sandiaga Uno telah berakhir setelah Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan menolak gugatan sengketa pilpres yang diajukan paslon 02 itu.
ADVERTISEMENT
Sekjen Demokrat Hinca Panjaitan menuturkan, putusan sengketa yang diketok hakim merupakan peluit tanda usainya koalisi partai dalam pemilu.
"Kalau dalam istilah saya karena sering pakai istilah olahraga, saya selalu bilang kalau peluit ditiupkan tanda pertandingan dimulai pasti akan ada peluit ditiupkan tanda pertandingan berakhir. Saya kira iya (koalisi berakhir)," ujar Hinca usai mengikuti pertemuan di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Jumat (28/6).
Menurut Hinca, Koalisi Adil Makmur yang terdiri dari Gerindra, PAN, Demokrat, PKS, dan Partai Berkarya dibentuk hanya untuk mendukung Prabowo-Sandi dalam pemilu. Setelah putusan MK, menurut dia, tak ada lagi capres-cawapres yang perlu didukung.
"Saya harus jelaskan berkali-kali bahwa koalisi 5 partai politik ini dalam rangka mengusung pasangan calon presiden. Kemarin setelah diketuk oleh MK, tidak ada lagi calon presiden, yang ada adalah presiden terpilih ada presiden tidak terpilih. Maka koalisi untuk pasangan calon presiden itu telah berakhir," tuturnya.
ADVERTISEMENT
Untuk langkah selanjutnya, kata dia, partainya menunggu arahan dari majelis tinggi partai yang diketuai oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Setelah bertemu dengan Prabowo, Hinca akan menyampaikan hasil pertemuan untuk membahas sikap partai ke depan.
"Di Demokrat, soal wilayah calon presiden dan calon wakil presiden itu kewenangannya majelis tinggi partai yang kebetulan ketuanya adalah ketua umum. Tentu setelah ini saya akan melaporkan kepada partai, lewat ketua umum dan juga majelis tinggi partai," kata Hinca.
Hinca enggan untuk membahas kemungkinan Demokrat akan bergabung kubu Jokowi. Menurut Hinca, partainya ingin menyelesaikan koalisi bersama Prabowo hingga tuntas.
"Kami sedang menuntaskan dulu satu-satu. Kalau pertandingan sudah ditiup, selesai, tentu salam-salaman. Jadi sebelum ditiup enggak mungkin salaman. Jadi kalau main bola, masa salaman. Nanti diusir wasit keluar dari lapangan. Tapi kalau sudah peluit ditiupkan, saatnya bersalaman," dalihnya.
ADVERTISEMENT
Video
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan dan Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.86