Pencarian populer

Demokrat: Prabowo Diberi Otoritas Lebih untuk Pilih Cawapres

SBY dan Prabowo Subianto bersalaman usai melakukan pertemuan di Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (24/7). (Foto: Nugroho Sejati/kumparan)

Wacana Partai Demokrat untuk berkoalisi dengan Partai Gerindra makin mendekati kenyataan. Setelah ada pertemuan antara Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketum Gerindra Prabowo Subianto, kedua partai sepakat mendalami rencana koalisi dengan membentuk tim kecil yang diwakili masing-masing kader.

Ketua DPP Demokrat Ferdinand Hutahean mengatakan tim kecil sudah dibentuk dan sudah mulai berproses.

"Tim kecil sudah terbentuk, sudah bekerja sampai hari ini. Sudah pertemuan juga. Tim ini dari Demokrat dipimpin Pak Sekjen Hinca (Hinca Pandjaitan, Syarief Hasan (waketum)," kata Ferdinand di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis. (26/7).

"Dan jadi memang hari ini ada pertemuan, merampungkan kerangka kerja yang akan kita bangun bersama dalam membangun Indonesia 5 tahun ke depan," lanjutnya.

Ferdinand menjelaskan bahwa tim ini terus bersiap mendeklarasikan koalisi serta capres dan cawapres secara resmi. Tak hanya itu, tim juga bertugas berkomunikasi dengan partai-partai lainnya untuk memfinalisasi koalisi.

"Sekarang ini masih antara Demokrat dan Gerindra dan dalam waktu dekat kita inisiasi bertemu dengan PKS. Sehingga kita harapkan ini rampung dan mengundang juga teman-teman lain, partai baru PBB, Berkraya dan lainnya, " jelasnya.

"Kita harapakan dalam dua minggu ini, menjelang pendaftaran nanti yang tanggalnya belum ditentukan, kita akan deklarasikan resmi cawapres siapa dan menyampaikan koalisi siapa-siapa," lanjutnya.

Ferdinand Hutahahean, tim hukum SBY (Foto: Rafyq Alkandy Ahmad Panjaitan/kumparan)

Lebih lanjut, Ferdinand mengatakan Demokrat memberikan otoritas lebih pada Prabowo Subianto, khususnya dalam penetapan cawapres.

"Kita akan tuntaskan semuanya. Termasuk pembicaraan capres-cawapres, lebih kepada otoritas Pak Prabowo. Supaya menghindari saling tawar-menawar, saling sikut segala macam, untuk menghindari polemik yang kemudian timbul," ujarnya.

"Jadi Pak Prabowo nanti kita akan daulat, kita dapuk untuk memilih wakilnya siapa," tandasnya.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.63