kumparan
10 Apr 2019 16:39 WIB

Di 4 Televisi, Jokowi-Ma'ruf Iklan 41 Kali dan Prabowo-Sandi 28 Kali

Diskusi terkait laporan pemantauan konten dan biaya kampanye capres-cawapres di TV dan koran di Bawaslu. Foto: Fadjar Hadi/kumparan
Lembaga masyarakat sipil SatuDunia memantau kampanye iklan yang dilakukan oleh paslon 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan paslon 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada 24 Maret-7 April 2019.
ADVERTISEMENT
Data yang dipantau dan dianalisis terdiri dari 69 spot iklan di 4 stasiun televisi, yakni MetroTV, TVOne, SCTV dan Global TV. Dalam pemantauan ini, ada beberapa poin yang menjadi fokus utama, mulai dari frekuensi kemunculan iklan, biaya iklan, hingga isu yang dikampanyekan.
Hasil pemantauan kemudian dipublikasikan di www.iklancapres.id. Data hingga 10 April 2019 menunjukkan distribusi jumlah kampanye Jokowi-Ma'ruf lebih banyak dibanding Prabowo-Sandi. Jokowi-Ma'ruf tercatat beriklan sebanyak 41 kali, sementara Prabowo-Sandi 28 kali.
Kemudian, dari konten iklan, Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandi lebih mengedepankan isu demokrasi, HAM serta ekonomi. Sementara isu lainnya tidak ada dalam konten iklan mereka.
Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandi di pengundian dan penetapan nomor urut pasangan calon presiden dan wakil presiden pemilihan umum tahun 2019 di KPU. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
Direktur Eksekutif SatuDunia, Firdaus Cahyadi, mengatakan model kampanye seperti itu tidak akan memiliki pengaruh untuk menggaet para pemilih yang belum menentukan pilihannya.
ADVERTISEMENT
"Belum ada capres yang mengeksplorasi gagasan dari visi-misinya. Tentu tidak akan berpengaruh terhadap pemilih yang belum menentukan pilihan," kata Firdaus yang diterima dan melaksanakan konferensi pers di Gedung Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (10/4).
"Dari sisi konten belum dan bahkan tidak ada gagasan yang ditawarkan oleh paslon," lanjut Firdaus.
Mengenai biaya iklan, berdasarkan data itu, disebutkan Jokowi-Ma'ruf mengeluarkan dana sebanyak Rp 2.139.000.000 di 4 stasiun televisi itu. Sementara Prabowo-Sandi mengeluarkan Rp 2.003.000.000.
Firdaus meminta Bawaslu tetap mengawasi iklan kampanye para capres di media massa. Terutama iklan yang dibiayai sendiri oleh masing-masing kandidat.
"Bawaslu harus mengawasi mana iklan yang difasilitasi KPU dan mana yang dibiayai masing-masing kandidat. Dengan pengawasan ketat itu, kita berharap para paslon terbuka dalam masalah pendanaan kampanye ini," ujar Firdaus.
ADVERTISEMENT
Mengutip situs resminya, SatuDunia adalah lembaga nirlaba yang menangani informasi, komunikasi, pengetahuan dan teknologi, untuk organisasi masyarakat sipil di Indonesia. SatuDunia/OneWorld Indonesia merupakan bagian dari jaringan informasi global OneWorld Internasional, www.oneworld.net, yang terdiri lebih dari 2.500 organisasi di 13 pusat regional dari Finlandia sampai India, Amerika sampai Zambia.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan