Pencarian populer

Di Indonesia, Menlu Saudi Tegaskan Komitmen Ungkap Kematian Khashoggi

Menlu Arab Saudi Adel al-Jubeir (Foto: Carlos Barria/Reuters)

Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir menyampaikan komitmen pemerintahnya dalam mengungkap kasus kematian Jamal Khashoggi. Komitmen ini disampaikan Jubeir dalam kunjungannya ke Indonesia.

Berbicara usai pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Selasa (23/10), Jubeir mengatakan bentuk komitmen pemerintah Saudi adalah dengan mengirim tim penyidik ke Turki setelah Jamal Khashoggi dinyatakan hilang pada 2 Oktober lalu di Konsulat Saudi, Istanbul.

"Sejak saat itu tim dari Saudi berada di Turki dan mengungkap bukti pembunuhan di Konsulat," kata Jubeir.

Hasil penyelidikan Saudi menyebutkan jurnalis pengkritik pemerintah Saudi itu tewas dalam perkelahian di dalam kantor Konsulat. Hal ini berbeda dengan temuan para penyidik Turki yang disampaikan ke berbagai media, yaitu Khashoggi tewas dibunuh dan dimutilasi.

"Sebanyak 18 orang telah ditahan untuk dimintai keterangan, enam pejabat pemerintah dipecat dari posisinya," kata Jubeir lagi, menyebut dampak dari penyelidikan tersebut.

Aktivis hak asasi manusia dan para jurnalis, melakukan protes di luar Konsulat Saudi di Istanbul. (Foto: REUTERS/Osman Orsal)

Jubeir mengatakan penyelidikan ini adalah langkah awal dari komitmen Raja Salman dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman dalam mengungkap tuntas pembunuhan Khashoggi.

"Ini adalah langkah pertama dari sebuah perjalanan panjang. Saya sampaikan komitmen dari Pelayan Dua Masjid Suci Raja Salman dan Yang Mulia Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman agar penyelidikan ini dilakukan menyeluruh dan hingga selesai untuk mengungkap kebenaran," kata Jubeir.

"Mereka yang bertanggung jawab akan diadili dan akan diterapkan prosedur serta mekanisme untuk memastikan hal ini tidak terjadi lagi," lanjut dia.

Pemerintah Indonesia sebelumnya juga telah meminta Saudi untuk melakukan penyelidikan yang transparan dan seksama. Hal ini adalah posisi Indonesia yang disampaikan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam pertemuannya dengan Jubeir.

"Indonesia meminta kiranya investigasi dapat dilakukan transparan dan seksama," kata Menlu Retno.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Senin,20/05/2019
Imsak04:25
Subuh04:35
Magrib17:47
Isya18:59
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.20