kumparan
4 Jun 2018 19:13 WIB

Didesak Demonstran, PM Yordania Mengundurkan Diri

PM Yordania Hani Mulki (Foto: REUTERS/Muhammad Hamed)
Perdana Menteri Yordania, Hani Mulki, memutuskan untuk mengundurkan diri. Mulki meletakkan jabatan setelah protes besar terjadi di Yordania, sepanjang sepekan terakhir.
ADVERTISEMENT
Mulki telah mengirimkan surat pengunduran diri kepada Raja Yordania Abdullah II. Keterangan tersebut disampaikan oleh seorang pejabat Yordania.
Sumber itu mengatakan, Mulki telah dipanggil Raja Abdullah II untuk menjelaskan rencana pengunduran dirinya.
Protes terhadap PM Yordania Hani Mulki (Foto: REUTERS/Muhammad Hamed)
Dalam sepekan terakhir, ribuan warga Yordania turun ke jalan meminta PM Mulki mundur. Langkah penghematan yang memicu kenaikan harga menjadi penyebab demo besar terjadi.
Kepala Kepolisian Yordania, Fadel Al-Hamoud menyebut, aparat keamanan telah menangkap 60 orang yang terbukti melanggar hukum saat protes besar berlangsung.
Penangkapan dilakukan karena demo tersebut berujung ricuh. Sebanyak 42 aparat dilaporkan terluka, namun, kepolisian menyebut sistuasi masih bisa dikendalikan.
"Kami memastikan Yordania aman, dan situasi semuanya terkendali," sebut seorang pejabat tinggi kepolisian Yordania Hussein Hawatmeh.
ADVERTISEMENT
Mulki menjadi PM sejak Mei 2016. Dia langsung diberi tanggung jawab memperbaiki ekonomi dan bisnis Yordania.
Dua tahun berjalan langkah penghematan yang disusul kenaikan pajak membuat popularitasnya semakin merosot.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan