Pencarian populer

Diperiksa KPK, Olly Dondokambey Mengaku Tak Kenal Keponakan Setnov

Gubernur Sulawesi Utara, Olly dondokambey di KPK (Foto: Aprilandika Pratama/kumparan)

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey menjalani pemeriksaan sebagai saksi korupsi proyek pengadaan e-KTP. Olly yang pernah menjabat sebagai mantan Wakil Ketua Banggar saat proyek e-KTP berjalan saat itu diperiksa untuk tersangka Irvanto Hendra Pambudi, keponakan Setya Novanto.

Namun, usai menjalani pemeriksaan selama 2,5 jam, Olly mengaku tidak mengenal sama sekali dengan sosok Irvanto.

"Enggak tahu, saya enggak kenal," ujar Olly singkat sembari meninggalkan gedung KPK, Jakarta, Rabu (6/6).

Olly yang mengaku materi pemeriksaan kali ini masih sama dengan pemeriksaan sebelumnya. "Sama kayak dulu-dulu saja. Berbeda, cuma ditanyain, apa pernah bertemu Oka sama Irvanto? Gitu saja," jelasnya.

Lebih lanjut, Olly menampik adanya dugaan pembahasan anggaran e-KTP di Banggar DPR saat itu. Ia menerangkan untuk detailnya lebih tepat untuk mengonfirmasi ke Kementerian Keuangan. Sebab, kata dia, anggaran proyek e-KTP juga tertuang dalam nota keuangan yang dipegang Kemenkeu.

"Tanya sama menteri keuangan, karena itu ada di nota keuangan. Itu saja," kata Olly.

Aziz Syamsudin usai diperiksa KPK (Foto: Aprilandika Pratama/kumparan)

Sementara itu, politikus partai Golkar Aziz Syamsuddin yang juga diperiksa KPK sebagai saksi untuk kasus dan tersangka yang sama mengaku mengenal Irvanto. Sebab Irvanto juga merupakan salah satu pengurus di Golkar.

"Pak Irvanto kan pengurus Golkar," ucap Aziz usai diperiksa.

"Waduh saya enggak hafal jabatannya apa saya enggak hafal," tambahnya.

Aziz menekankan kehadirannya kali ini merupakan upaya menghormati proses hukum yang tengah dilakukan KPK. Ia menegaskan akan mendukung upaya pemberantasan korupsi yang dilakukan KPK, khususnya kasus korupsi e-KTP.

"Saya datang untuk menghormati panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi. Dan semuanya apa yang ditanyakan sudah saya sampaikan," kata Aziz.

KPK sebelumnya juga telah menjadwalkan pemeriksaan untuk 12 mantan anggota dan anggota aktif DPR lainnya. Mereka yakni Arif Wibowo, Khatibul Umam Wiranu, Mirwan Amir, Agun Gunandjar, Melchias Markus Mekeng, serta Rindhoko Dahono Wingit. Kemudian ada juga politikus Hanura sekaligus terpidana kasus keterangan bohong dalam persidangan e-KTP Miryam S Haryani, politikus Golkar Chairuman Harahap, politikus Golkar sekaligus tersangka kasus merintangi penyidikan kasus e-KTP Markus Nari, Ketua Komisi VI DPR RI Teguh Juwarno, Calon Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, serta Ketua DPR Bambang Soesatyo.

Juru bicara KPK Febri Diansyah menyebut ada beberapa hal yang akan dikonfirmasikan penyidik dari pemeriksaan para anggota dewan. Termasuk soal proses anggaran proyek e-KTP di DPR serta mengenai aliran dana korupsi dalam proyek tersebut.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: