• 0

Dishub DKI Pastikan Kapal yang Meledak Bukan untuk Liburan

Dishub DKI Pastikan Kapal yang Meledak Bukan untuk Liburan


Penanganan korban kapal meledak di RSUD Koja

Penanganan korban kapal meledak di RSUD Koja. (Foto: Fachrul Irwinsyah/kumparan)
Salah satu korban meledaknya kapal milik Dinas Perhubungan DKI di perairan Kepulauan Seribu adalah Rafael. Bocah berusia enam tahun itu merupakan anak dari Anton, anggota Dishub yang menjabat Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) Sarana dan Prasarana.
Kehadiran Rafael pun menjadi janggal. Pasalnya, Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Sigit Wijatmoko menuturkan, perjalanan anak buahnya ke Kepulauan Seribu bukan untuk rekreasi, melainkan untuk pembinaan anggota.

Sigit Wijatmoko.

Sigit Wijatmoko. (Foto: Fachrul Irwinsyah/kumparan)
“Bukan. Bukan liburan. Pembinaan, sebagai suatu organisasi besar, kita ada yang namanya pembinaan. Apalagi, petugas lapangan, yang setiap hari ditemui hal-hal yang cukup keras di jalan, maka kita berikan materi, pelatihan dan kemampuan terkait pengaturan lalin (lalu-lintas), pada situasi yang berbeda,” ujar Sigit di RSUD Koja, Jakarta Utara, Minggu (22/4).
“Ini lagi kita cek, harusnya sih tidak ada keluarga yang ikut. Ini lagi kita cek,” tambahnya.
Kapal tersebut meledak di Dermaga Pulau Panggang, Kepulauan Seribu, Minggu (22/4) pukul 10.20 WIB. Awalnya, usai dari Pulau Panggang, kapal yang membawa rombongan Unit Pengelola (UP) Perparkiran Dishub DKI itu hendak pulang menuju Jakarta. Namun, ledakan terjadi di bagian belakang dan melukai sembilan penumpang di dalamnya.

Penanganan korban kapal meledak di RSUD Koja

Penanganan korban kapal meledak di RSUD Koja. (Foto: Fachrul Irwinsyah/kumparan)
Saat ini, tersisa lima korban yang masih dirawat di RSUD Koja. Mereka ialah Achdin, Dhani Grautama, Haribowo, Anton Fatar dan anaknya, Rafael. Sementara empat korban lainnya sudah diizinkan pulang.
Terkait ledakan, Sigit memastikan penyelidikan sedang berlangsung. “Hari ini tadi ABK (Anak Buah Kapal) maupun saksi atau korban dimintai keterangan oleh Polres Kepulauan Seribu,” ujar Sigit.
Hal senada juga disampaikan Kadishub Andri Yansyah. Usai mendampingi Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno menjenguk korban ledakan kapal, Andri memastikan, kegiatan anggotanya bersifat pembinaan.
Namun, ia tak menampik, dalam acara ini, dengan terpaksa mengizinkan anggotanya untuk membawa anak atau sanak saudara. "Kegiatan ini memang pembinaan staf. Tapi kan, tidak menutup kemungkinan kalau ada satu atau dua yang anaknya tidak bisa ditinggalkan, ya mau tidak mau dibawa. Seperti itu," ujar Andri di lokasi yang sama.

Pasien ledakan kapal sudah diijinkan pulang.

Pasien ledakan kapal sudah diijinkan pulang. (Foto: Fachrul Irwinsyah/kumparan)
Sementara, terkait hal ini, Sandiaga belum bisa berspekulasi terkait penyebab insiden tersebut. Namun, ia memastikan, seluruh perawatan rumah sakit akan ditanggung sepenuhnya oleh Pemprov.
"Saya juga minta tolong kepada pak Wakapolres, juga saya perintahkan ke Kadis (kepala dinas) dan wakadis (wakil kepala dinas) bahwa dilakukan investigasi menyeluruh, tentunya pihak kepolisian, KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi), dan juga Dishub sendiri, juga mengundang ahli," tutur Sandi.

NewsKapal Dishub MeledakKecelakaan KapalPolisiKepulauan Seribu

presentation
500

Baca Lainnya