kumparan
5 Jul 2018 5:21 WIB

Dua Warga Inggris Terpapar Racun Novichok Seperti Intel Rusia

Petugas polisi berjaga di sekitar gereja Baptis Amesbury setelah dua orang dirawat di rumah sakit akibat racun skripal (Foto: REUTERS / Henry Nicholls)
Dua orang yang tinggal di kawasan Amesbury, Inggris bernama Charlie Rowley dan Dawn Sturgess dikabarkan terpapar racun saraf novichok. Racun itu merupakan racun yang digunakan untuk membunuh mantan intelijen Rusia, Sergei Skripal dan putrinya Yulia Skripal pada Maret lalu.
ADVERTISEMENT
Menurut keterangan Kepala polisi anti terorisme Inggris, Neil Basu, dua orang itu pertama kali ditemukan jatuh sakit pada Sabtu (30/6) di daerah Amesbury. Setelah beberapa hari menjalai perawatan di rumah sakit diketahui mereka tepapar racun novichok.
"Malam ini kami telah menerima hasil tes dari Porton Down yang menunjukkan dua orang telah terpapar racun novichok," kata Neil dikutip dari AFP, Kamis (5/7).
Diketahui bahwa rumah dari dua orang tersebut berdekatan dengan Salisbury di mana Skripal dan putrinya diracun. "Namun tidak ada bukti bahwa mereka menjadi sasaran oleh pihak tertentu," ucap Basu.
Selain itu, Basu mengatakan bahwa sejauh ini pihaknya belum menemukan tanda-tanda bahwa kedua korban pernah mengunjungi atau berhubungan langsung dengan Sergei maupun Yulia Skripal.
ADVERTISEMENT
Lebih lanjut, Basu mengatakan bahwa polisi anti terorisme sedang melakukan penyelidikan terhadap kasus ini, sama seperti yang mereka lakukan dalam kasus Skripal. Ia mengatakan 100 detektif diturunkan untuk mengusut kasus ini.
Sementara terkait dengan racun novichok, merupakan racun yang pernah dikembangkan oleh Uni Soviet pada tahun 1970-an dan 1980-an. Novichok yang dikenal dengan nama A-320 dilaporkan lima hingga delapan kali lebih mematikan dibandingkan dengan racun VX. Racun saraf VX adalah jenis racun yang pernah digunakan untuk membunuh kakak tiri Kim Jong-un tahun lalu.
Terkait dengan percobaan pembubuhan Skripal, Inggris menuduh bahwa Rusia adalah dalang peristiwa ini. Namun dalam sebuah forum di Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) pada Kamis (5/4) lalu, Rusia mengatakan bahwa Inggris yang harus bertanggung jawab atas insiden ini.
ADVERTISEMENT
Duta Besar Rusia untuk PBB, Vasily Nebenzy, memperingatkan Inggris untuk hati-hati. Menurutnya, Inggris akan menyesal telah meracuni Srkipal.
"Kami telah memberi tahu teman-teman Inggris kami, Anda (Inggris) bermain api, dan Anda akan menyesal," ujar Nebenzy.
Lebih lanjut, Nebenzy, mengatakan bahwa siapapun yang menonton acara serial detekif 'Midsomer Muders' akan mengerti soal berbagai cara cerdas untuk membunuh orang dan bisa menggambarkan resiko yang berbahaya. Menurutnya, Inggris menggunakan cara itu untuk membunuh Skripal.
Sergei Skripal. (Foto: AFP/Kommersant Photo/Yuri Senatorov)
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan