kumparan
18 Sep 2019 23:12 WIB

Empat Warga Korban Konflik Bersenjata Dievakuasi ke Timika

Ilustrasi penembakan Foto: Pixabay
Empat warga kabupaten Puncak yang menjadi korban konflik bersenjata antara aparat keamanan dengan kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) telah dievakuasi ke Timika, Rabu (18/9).
ADVERTISEMENT
Humas RSUD Mimika Luky Mahakena mengatakan, empat korban luka-luka telah masuk ke unit Instalasi Rawat Darurat (IRD) RSUD Mimika sekitar pukul 13.00 WIT siang.
"Empat pasien seluruhnya perempuan, terdiri dari tiga dewasa dan satu anak-anak masuk siang tadi pukul 13.00 WIT," kata Luky ketika dikonfirmasi, Rabu (18/9) malam.
Data yang diperoleh Seputarpapua, empat korban luka tersebut adalah Topina Mom (36) mengalami luka pada betis kanan, Bu Tabuni (37) luka pada lengan kanan bawah kena tulang kedalaman 2 cm panjang 6 cm.
Kemudian Ny. Herina Kinal (32) luka pada pinggang kanan sepanjang 12 cm dengan kedalaman 2 cm, dan seorang remaja Yefrina Mom (16) diduga luka tembak yang menembus dada kanan.
ADVERTISEMENT
Keempat korban tersebut merupakan warga Kampung Olen, Distrik Muara Ilaga, Kabupaten Puncak. Dimana wilayah ini belakangan dikuasai KKSB.
Para korban diselamatkan Tim Penegakan Hukum (Gakkum) TNI/Polri karena saat kontak senjata, mereka berusaha bersembunyi di bantaran sungai dan hutan.
Bupati Puncak, Papua Willem Wandik sebelumnya membenarkan sejumlah warganya menjadi korban dalam kontak tembak antara aparat keamanan dengan KKSB di Kampung Olenki, Distrik Mabugi, pada Selasa (17/9).
Bupati Willem Wandik mengaku telah menerima data yang mencatat tiga warganya meninggal dunia dan empat lainnya luka-luka dari insiden baku tembak tersebut.
Menurut dia, masyarakat memang kerap menjadi tameng bagi anggota KKSB karena biasanya kelompok tersebut bersembunyi dan bergabung di tengah masyarakat.
ADVERTISEMENT
"Sehingga diharapkan aparat keamanan TNI-Polri untuk tidak lagi melakukan pengejaran kepada KKSB karena yang menjadi korban adalah warga sipil," imbuhnya.
Menurut informasi, anggota KKSB yang diduga terlibat baku tembak dengan aparat antara lain Militer Murib, Seltius Walker, Tenius Kulua, Lekagak Talenggeng, Leri Mayu Enumbi, Iris Murib, dan lainnya.
Mereka belakangan berada di Kampung Olenki, Distrik Mabugi dan berbaur dengan masyarakat sekitar. Pendeta Anis Labene menyebut mereka beberapa kali melakukan kekerasan kepada masyarakat.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan