kumparan
18 Jun 2019 10:42 WIB

Erdogan Sebut Mursi Sebagai Martir

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan. Foto: Cem Oksuz/Presidential Press Office/Handout via REUTERS
Haru tidak bisa tertahan dari benak Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Sahabat dekatnya, eks Presiden Mesir Muhammad Mursi, pada Senin (17/6) meninggal dunia secara mendadak.
ADVERTISEMENT
Mursi wafat di rumah sakit di ibu kota Mesir, Kairo. Ia meninggal setelah sempat pingsan di sesi persidangan kasus yang menjeratnya.
Mendengar kabar tersebut, Erdogan yang bersahabat erat dengan Mursi, langsung menyampaikan ucapan duka. Erdogan bahkan menyebut Mursi sebagai seorang martir.
"Semoga Allah mengistirahatkan, saudara kami, jiwa martir saudara kami, di dalam kedamaian," sebut Erdogan seperti dikutip dari Reuters, Selasa (18/6).
Selain mendoakan Mursi, Erdogan mengecam pemerintah Mesir. Dia menyalahkan Mesir atas kematian Mursi.
Tak hanya itu, Erdogan juga menyebut Presiden Mesir saat ini, Abdel Fattah el-Sisi seorang tiran yang sudah menginjak-injak demokrasi di Mesir.
Sejak Mursi dilengserkan pada 2013, hampir tidak ada kontak diplomatik secara resmi antara Turki dan Mesir. Presiden Erdogan bahkan sempat menyatakan lengsernya Mursi sebagai kudeta.
ADVERTISEMENT
Setelah lengser, Mursi diadili atas beberapa tuduhan. Mulai dari dianggap bertanggung jawab atas kematian demonstran selama masanya menjabat hingga dituduh menjadi mata-mata untuk Qatar. Atas kematian demonstran, Mursi dihukum 20 tahun penjara, sedangkan atas tuduhan melakukan spionase dia dihukum penjara seumur hidup.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan