kumparan
24 Jun 2018 11:29 WIB

Erdogan Siap Beri "Tamparan Ottoman" pada Pemilu, Apa Itu?

Recep Tayyip Erdogan (Foto: AFP/Aris MESSINIS)
Recep Tayyip Erdogan mendapatkan perlawanan ketat dari para pesaingnya pada pemilu Turki, Minggu (24/6). Dalam sebuah kampanyenya Erdogan mengatakan, para rivalnya itu akan merasakan "tamparan Ottoman".
ADVERTISEMENT
Dikutip AFP, pernyataan ini disampaikan Erdogan dalam kampanye terakhir di Istanbul pada Sabtu (23/6). Tamparan Ottoman, kata dia, akan memberikan pelajaran bagi para oposisi untuk tidak macam-macam dengan pemerintahannya.
"Apakah kita akan memberikan mereka tamparan Ottoman besok?" kata Erdogan.
"Insyaallah, dengan cara yang demokratis dan dalam batas hukum, kita akan memberi mereka pelajaran," lanjut dia lagi.
Ini bukan kali pertama Erdogan mengutarakan "tamparan Ottoman". Pada Februari lalu, dia juga menggunakan kata ini yang ditujukan bagi pihak-pihak yang menentang serangan Turki terhadap milisi Kurdi di Suriah, terutama Amerika Serikat.
"Mereka yang mengatakan akan merespons jika diserang, tidak pernah merasakan tamparan Ottoman," kata Erdogan ketika itu.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (Foto: AFP/Aris MESSINIS)
Apa itu tamparan Ottoman?
Mengutip dari berbagai sumber, di antaranya Wikipedia, tamparan Ottoman atau Osmanli tokadi adalah teknik bertarung tangan kosong yang dilakukan oleh tentara Ottoman. Bukan sembarang tamparan, tapi tamparan yang bisa menyebabkan luka parah bahkan membunuh lawan.
ADVERTISEMENT
Legenda menyebutkan, tamparan Ottoman bisa menghancurkan tengkorak lawan, bahkan membunuh seekor kuda. Konon, yang pertama kali menggunakannya adalah Sultan Murad IV yang menampar dua orang hingga tewas pada 1634.
Dalam tekniknya, tamparan ini diarahkan ke wajah untuk menghancurkan tengkorak sehingga serpihannya menusuk otak atau ke leher untuk mematahkannya. Tamparan dengan telapak tangan atau punggung telapak tangan ini dilakukan dengan mengandalkan kekuatan bahu, tanpa menekuk lengan, melayang dengan sangat keras ke sasaran. Suara tamparan juga dimaksudnya membuat malu lawan atau menjatuhkan mentalnya.
Teknik ini akan digunakan dalam pertempuran tangan kosong jarak dekat jika senjata tentara dan lawan terlucuti.
Tentara yang menguasainya adalah brigade Azab yang berada di garis depan, salah satunya berasal dari kesatuan paramiliter Bashi-bazouk yang memang terkenal ganas. Untuk melakukan tamparan ini, mereka latihan menampari batu marmer ratusan kali per hari.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (Foto: AFP/Aris MESSINIS)
Mengapa Erdogan menggunakan istilah ini?
ADVERTISEMENT
Erdogan menggunakan istilah tersebut karena memang dia mengidentikkan diri dengan pemerintahan Ottoman dan mengkampanyekan kebangkitan Ottoman di Turki.
Ottoman adalah Kekhalifahan Islam terakhir di dunia yang berakhir di Turki pada 1922. Sejak saat itu, di bawah pemerintahan Mustafa Kemal Ataturk, Turki menjadi negara sekuler bersistem demokrasi Barat dengan menanggalkan seluruh identitas keIslaman, termasuk mengganti kosakata dan tidak mewajibkan jilbab bagi Muslimah.
"AKP mempromosikan pengagungan atas warisan Ottoman Turki. Contohnya, kostum Ottoman untuk tentara Turki pada upacara penyambutan tamu. Program-program televisi bertema Ottoman. Dan dibentuknya kembali band musik tradisional militer Ottoman, Janissary," kata pengamat pertahanan Joseph V. Micallef, di situs military.com Maret lalu.
Tidak hanya dalam istilah, Erdogan sebelumnya juga mewajibkan pelajaran soal Ottoman di sekolah-sekolah Turki, salah satunya soal bahasa yang direformasi di era Ataturk.
ADVERTISEMENT
Erdogan dalam pidatonya Februari lalu mengatakan, Turki saat ini adalah kelanjutan dari kekaisaran Ottoman. Sehingga Turki tidak boleh melupakan akar sejarahnya sebagai bagian dari Kekhalifahan Islam.
"Perbatasan telah berubah. Bentuk pemerintahan juga berubah. Tapi esensinya sama, ruhnya juga sama, bahkan institusinya juga sama," kata Erdogan kala itu.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan