Evaluasi Mudik, Polri Sesalkan Pengendara Terabas Rekayasa Satu Arah

18 Juni 2019 11:53 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Kendaraan yang didominasi pemudik melaju satu arah (One Way) di Jalan Tol Trans Jawa Semarang-Solo Km 426 B, Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (8/6) malam. Foto: ANTARA FOTO/Aji Styawan
zoom-in-whitePerbesar
Kendaraan yang didominasi pemudik melaju satu arah (One Way) di Jalan Tol Trans Jawa Semarang-Solo Km 426 B, Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (8/6) malam. Foto: ANTARA FOTO/Aji Styawan
ADVERTISEMENT
Korlantas Polri melaksanakan video conference dengan jajaran Dirlantas Polda se-Indonesia dalam agenda evaluasi arus mudik lebaran 2019. Salah satu yang menjadi sorotan yakni pengemudi pindah jalur sembarangan saat rekayasa satu arah diberlakukan.
ADVERTISEMENT
Kakorlantas Polri Irjen Refdi Andri mengatakan, pengemudi pindah jalur kerap terjadi saat rekayasa satu arah diberlakukan. Pengendara yang tidak sabar bahkan nekat menerobos rerumputan pemisah dua jalur tol.
“Kemarin saat one way ada orang yang pindah jalur seenaknya. Itu sulit dilakukan tindakan, saat dilakukan tindakan, itu akan menjadi macet. Caranya pencegahan akan dilakukan patroli, upaya preventif,” kata Refdi di NTMC Polri, Jakarta Selatan, Selasa (13/6).
Kakorlantas Polri, Refdi Andri saat melakukan video conference bersama seluruh Polda di Indonesia mengenai analisa dan evaluasi operasi ketupat 2019. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Refdi menilai perlu pembatas jalan sehingga pengemudi tidak sembarangan berpindah jalur. Perpindahan jalur dengan cara mentrabas jalur saat rekayasa satu arah akan sangat berbahaya.
“Kendaraannya bagus, ini kita perhitungkan ini buat barelnya gimana, pembatas jalan, yang kita sayangkan,” ujar Refdi.
Selain menyoroti hal itu, Refdi mengklaim selama arus mudik lebaran 2019 jumlah angka kecelakaan menurun drastis menurun hingga 65 persen. Angka tersebut dianggap berbeda jauh saat mudik lebaran 2018.
ADVERTISEMENT
“Dengan laka lantas yang turun hampir mendekati 65 persen dibanding tahun lalu termasuk luka berat dan luka ringan dan lain sebagainya, ini mudah-mudahan jadi acuan kita untuk bekerja lebih baik,” tandasnya.