kumparan
22 Apr 2019 14:26 WIB

Fadli Zon: Luhut The Real President

Menko Maritim Luhut Panjaitan (tengah) dalam Pertemuan Forum Bilateral dengan Dubes Belanda di Kuningan, Jakarta, Rabu (20/2). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menanggapi sosok Luhut Pandjaitan. Fadli menilai, Luhut, yang diutus Jokowi sebagai utusan untuk menemui Prabowo Subianto sebagai the real president.
ADVERTISEMENT
Menurut Fadli, upaya Jokowi mengirim Luhut untuk menemui Prabowo itu belum tepat. Sebab, Pilpres 2019 belum usai, masih berproses hingga KPU menetapkan pemenangan melalui hasil real count pada 22 Mei mendatang.
“Saya kira itulah sampai tuntas. Mau ngomong apa? Mau bahas apa coba? Ya ini kan belum selesai. Kecurangan-kecurangan ini ya ditangani dong. Konsentrasinya gitu,” kata Fadli di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (22/4).
Fadli menegaskan, saat ini Prabowo-Sandi masih fokus melakukan pengawalan suara dari tingkat daerah hingga ke pusat. Sehingga, menurut Fadli, upaya lobi-lobi politik yang dilakukan Jokowi kepada Prabowo nanti ada saatnya.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan pidato pembuka saat diskusi nasional di gedung Konferensi Asia Afrika. Foto: ANTARA FOTO/M Agung Rajasa
“Jadi lobi-lobi politik yang seperti itu saya kira ada waktunya. Memang Pak Luhut ini kelihatannya orang yang sangat dipercaya oleh Pak Jokowi dan orang yang kelihatannya menggerakkan pemerintahan itu,” ujar Fadli.
ADVERTISEMENT
Menurut Fadli, seharusnya lobi-lobi politik dilakukan langsung terhadap orang yang memiliki kepentingan yaitu Jokowi dan Prabowo.
“Bahkan saya pernah mengatakan kepada Pak Luhut, Pak Luhut ini the real president karena dia ini orang yang memang kelihatannya sangat berpengaruh dan mempengaruhi terhadap pemerintah termasuk Pak Jokowi. Jadi yang mau negosiasinya ini Jokowinya atau the real president,” tegas Fadli.
Yang jelas, Fadli menambahkan, saat ini persoalannya bukan mau atau tidak mau untuk menerima utusan Jokowi. Sebab, Prabowo-Sandi masih fokus mengawal suara 02.
“Bukan soal mau atau tidak mau. Concern kita saat ini adalah kecurangan. Kami dalam hitungan menang, dalam laporan menang, dalam tabulasi kita menang,” klaim Fadli Zon.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan