Pencarian populer

Fakta-fakta Pembunuhan Satu Keluarga di Banten

Suasana di rumah pembunuhan sekeluarga di Serang, Banten. Foto: Dok. Istimewa
Satu keluarga di Kampung Gegeneng RT 01 RW 01, Desa Sukadalam, Kecamatan Waringinkurung, Serang, Banten, menjadi target pembunuhan. Rustadi (32) dan anaknya, Alwi (4), tewas dibunuh di rumahnya pada Selasa (13/8) dini hari. Sedangkan istri Rustadi, Siti Saadiah (25), tengah dalam kondisi kritis akibat luka tusukan.
ADVERTISEMENT
Kasus ini masih dalam penanganan polisi. Olah tempat kejadian perkara (TKP) sudah berlangsung, tapi pelakunya masih belum tertangkap.
Berikut sejumlah fakta terkait pembunuhan di Serang yang dihimpun kumparan:
Dua jenazah korban pemakaman di Serang dimakamkan di dekat rumah, Selasa (13/8) malam Foto: Istimewa
Rustadi bekerjasebagai pekerja bangunan
Dalam kesehariannya, Rustadi bekerja sebagai pekerja bangunan. Sementara Siti adalah seorang ibu rumah tangga.
Ketiganya ditemukan warga dalam kondisi tertelungkup di ruang tengah rumah pada Selasa (13/8) sekitar pukul 06.35 WIB.
Rustandi dan Alwi ditemukan sudah tak bernyawa. Sementara Siti yang meregang nyawa rupanya masih bernafas, kemudian dilarikan ke rumah sakit.
Petugas kepolisian menggunakan anjing pelacak di area rumah pembunuhan sekeluarga di Serang, Banten. Foto: Dok. Istimewa
Pelaku diduga punya dendam dengan korban
Salah seorang tetangga di sekitar lokasi menyebut terduga pembunuh satu keluarga itu memiliki masalah dengan korban.
"Sepupu korban cerita, kemungkinan dendam," ujar warga yang tak mau disebut namanya kepada kumparan.
ADVERTISEMENT
Polisi memastikan akan terus menyelidiki kasus ini. "Tim Resmob Polda dan Kasat Reskrim Polres Serang Kota sedang di TKP dan melakukan penyelidikan terhadap pembunuhan ini," tutur Kabid Humas Polda Banten AKBP Edy Sumardi saat dikonfirmasi.
Dua jenazah korban pemakaman di Serang dimakamkan di dekat rumah, Selasa (13/8) malam Foto: Istimewa
Pembunuh datang mengenakan topeng
Siti, dengan kondisinya yang perlahan pulih, akhirnya menceritakan detik-detik penyerangan itu. Kepada Kasat Reskrim Serang Kota, Siti menyebut pelaku terdiri dari dua orang.
"Pelaku dua orang menggunakan topeng. Mereka bertamu jam 02.00 WIB, dini hari. Itu dari keterangan salah satu korban yang masih hidup, Siti Saadiah," kata Kasat Reskrim Polres Serang Kota AKP Ivan Adhitira.
Saat kejadian, kedua pelaku mengetuk pintu rumah Siti. Ketika pintu dibuka, kedua pelaku langsung menyerang dan melukai bibir Siti.
Suasana di rumah pembunuhan sekeluarga di Serang, Banten. Foto: Dok. Istimewa
"Akibat serangan itu, korban langsung berteriak dan membangunkan suaminya, Rustadi," tutur Ivan.
ADVERTISEMENT
Salah satu pelaku lalu langsung menusukkan pisau ke punggung Siti sebanyak tiga kali. Mendengar keributan itu, anak korban yang terbangun langsung menangis.
"Untuk menghindari warga yang datang, salah satu pelaku lalu menghabisi nyawanya (korban)," pungkas Ivan.
Korban sempat berduel dengan pembunuhnya
Sebelum tewas, Rustadi sempat melawan dua pelaku itu. "Menurut saksi (Siti) sempat terjadi pertarungan," ujar Kapolres Serang Kota AKBP Firman Affandi.
Namun, upaya Rustadi melawan gagal. Dia kalah sehingga akhirnya dibunuh pelaku. Polisi menduga pelaku mencekik Rustadi hingga tewas.
"Di dalam rumah terdapat kotoran tinja, mungkin milik korban, ada kemungkinan dicekik," sebut Firman.
Jenazah pembantaian terhadap satu keluarga di Serang, Banten, dibawa ke ambulans. Foto: Dok. Istimewa
Ada bercak darah pelaku yang tertinggal di rumah korban
Siti menceritakan kondisi rumahnya usai tragedi itu terjadi. Ia menyebut pelaku meninggalkan jejak.
ADVERTISEMENT
“Ada bercak darah di luar rumah, kemungkinan darah pelaku," kata Firman.
Rustadi dan Alwi sudah dimakamkan
Rustadi dan Alwi yang merupakan ayah dan anak, dimakamkan setelah diautopsi di RS Cilegon, Banten, Selasa (13/8) malam. Rustadi dan Alwi dimakamkan tak jauh dari rumah mereka. Kasat Reskrim Polres Serang Kota, AKP Ivan Adhitira, mengatakan, kedua jenazah langsung dimakamkan sesuai keinginan keluarga.
"Dimakamkannya tidak jauh dari TKP (tempat kejadian peristiwa) memang, karena korban merupakan warga di sini," tutur Ivan.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan dan Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.86