kumparan
14 Sep 2019 4:36 WIB

Fakta-fakta soal Ricuh di KPK

Massa yang melakukan aksi di luar Gedung KPK, Kuningan Jakarta Selatan, Jum'at (13/9/2019). Foto: Nugroho Sejati/kumparan
Gedung Merah Putih KPK di Kuningan, Jakarta, pada Jumat (13/9) sore mendadak ramai. Sejumlah massa tak dikenal menggelar aksi di depan kantor KPK tersebut.
ADVERTISEMENT
Massa itu menyuarakan dukungan terhadap revisi Undang-undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK yang diinisiasi DPR. Akan tetapi tiba-tiba massa tersebut membuat kericuhan.
Mereka mencoba merangsek ke gedung lembaga antirasuah tersebut. Berikut sejumlah fakta kericuhan di KPK:
Aksi penutupan logo KPK dengan kain hitam oleh sejumlah pegawai KPK. Foto: Maulana Ramadhan/kumparan
Kain Hitam yang Tutup Logo KPK Dicopot Paksa
Tiga logo yang terpasang di bagian kanan, kiri, dan atas Gedung Merah-Putih KPK beberapa hari ini ditutup kain hitam. Penutupan itu dimaknai pimpinan KPK bahwa jalan untuk pemberantasan korupsi masih panjang.
Pantauan kumparan, sebelum kerusuhan terjadi, salah satu oknum massa tiba-tiba melompat masuk dan menerobos barikade. Ia langsung mencopot paksa kain hitam yang menutup tulisan di sebelah kanan gedung.
Polisi yang berjaga langsung mengamankan oknum tersebut. Namun, aksi pria tersebut langsung memicu ketegangan dari massa aksi yang awalnya menjalankan demo dengan damai.
Polisi memadamkan karangan bunga yang dibakar di luar Gedung KPK, Kuningan Jakarta Selatan, Jum'at (13/9/2019). Foto: Nugroho Sejati/kumparan
Bakar Karangan Bunga hingga Lempar Bambu
ADVERTISEMENT
Tak hanya mencopot kain hitam secara paksa, aksi anarkis massa berlanjut. Mereka membakar karangan bunga di sekitar gedung.
Karangan bunga itu merupakan bagian dari aksi tolak revisi UU KPK pada Minggu (8/9). Aksi bakar-bakar itu pun dihentikan polisi dengan memadamkan api.
Massa yang beringas mencoba memaksa masuk ke gedung KPK. Namun sejumlah pegawai KPK dan wartawan yang ada di dalam mencoba menghalangi meski dilempari batu dan bambu oleh massa.
Salah seorang massa bahkan memukul wartawan yang sedang meliput, termasuk ada wartawan terkena batu.
Suasana kericuhan di luar Gedung KPK, Kuningan Jakarta Selatan, Jum'at (13/9/2019). Foto: Nugroho Sejati/kumparan
Polisi Tak Tangkap Massa Anarkis
Meski melakukan aksi anarkis, polisi tak menangkap massa yang provokatif. Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Bastoni Purnama, menyebut pelaku perusakan bukan berarti tak ditindak.
ADVERTISEMENT
Polisi janji akan menyelidiki masalah ini. Terlebih, kata dia, polisi sudah mendokumentasikan kericuhan tersebut dan tinggal mencari pelaku kericuhan.
"Kita kan ada beberapa metode (penindakan), juga berdasarkan dari kekuatan personel yang ada, juga situasi yang ada," ucap Kombes Bastoni di lokasi, Jumat (13/9).
"Jadi ada pertimbangan-pertimbangan yang khusus. Yang jelas sudah kita dokumentasikan, nanti pelakunya ada yang kita cari," imbuhnya.
Polisi memadamkan karangan bunga yang dibakar di luar Gedung KPK, Kuningan Jakarta Selatan, Jum'at (13/9/2019). Foto: Nugroho Sejati/kumparan
Polisi Siagakan 400 Personel di KPK
Pantauan di lokasi, massa pendemo terlihat membubarkan diri sekitar pukul 17.50 WIB. Kombes Bastoni Purnama menerangkan, untuk menjaga situasi kantor KPK, polisi kini menyiagakan 400 personelnya.
Mereka akan disiagakan hingga kantor KPK kembali kondusif dan aman.
"Semuanya ada 400 personel dari Polda, Brimob, Polres, Polsek ya. Kita menegakkan personel di sini sampai betul-betul situasinya kondusif, sampai besok, sampai seterusnya, sampai betul-betul aman," tegasnya.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·