kumparan
22 Mar 2019 5:21 WIB

FBI Ikut Investigasi Dugaan Pelanggaran Sertifikasi Boeing 737 Max 8

Federal Bureau of Investigation (FBI) Foto: Carlos Barria/Reuters
Biro Investigasi Federal Amerika atau FBI ikut dilibatkan dalam penyelidikan dugaan penyimpangan pada proses sertifikasi pesawat Boeing 737 Max 8.
ADVERTISEMENT
Dilansir Reuters, Kamis (21/3), hal tersebut dilakukan setelah jaksa penuntut federal dan Departemen Transportasi AS menyelidiki proses perkembangan Boeing 737 Max 8 yang terlibat di dua kecelakaan besar dalam waktu lima bulan.
Kedua kecelakaan itu adalah jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP dan Ethiopian Airlines ET302.
Boeing 737 Max 8 Foto: Dok. Boeing
Juru bicara Boeing menolak memberikan komentar terkait hal ini saat dimintai konfirmasi oleh Reuters. Sedangkan salah seorang juru bicara FBI tidak membantah adanya penyelidikan.
Akibat dua peristiwa itu, sejumlah negara dan maskapai melarang Boeing 737 Max 8 mengudara. Lebih dari 300 jet MAX itu juga telah dikeluarkan dari layanan global.
Boeing 737 Max 8 milik Garuda Indonesia. Foto: Selfy Sandra Momongan/kumparan
Indonesia menjadi salah satu negara yang turut melarang Boeing 737 Max 8 beroperasi. Keputusan itu diambil pemerintah menyikapi insiden jatuhnya Ethiopian Airlines, Minggu (10/3) lalu.
ADVERTISEMENT
Keputusan grounded pertama kali diambil oleh Otoritas Penerbangan Sipil China (Chinese Civil Aviation Administration). Menyusul China, regulator penerbangan Indonesia (Direktorat Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan) juga mengeluarkan keputusan grounded untuk seluruh armada Boeing 737 Max 8 yang dioperasikan di Indonesia, yakni oleh Garuda Indonesia dan Lion Air.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan