kumparan
26 Jun 2019 14:17 WIB

Felix Siauw Beberkan Alasan Tetap Bisa Ceramah di Masjid Balai Kota

Felix Siauw saat ceramah di Masjid Fatahillah Balai Kota, Rabu (26/6). Foto: Moh Fajri/kumparan
Ustaz Felix Siauw tetap memberikan ceramahnya di Masjid Fatahillah, Balai Kota DKI Jakarta, meski jadwal tersebut sempat dibatalkan Pemprov DKI.
ADVERTISEMENT
Ustaz Felix mengaku sebenarnya sudah mendapatkan kabar undangan ceramahnya dibatalkan dari media. Namun, ia kemudian mendapatkan informasi dari Pemprov DKI mengenai kelanjutan undangan ceramah tersebut.
“Setelah itu pemerintah memang mengkonfirmasi duduk perkaranya seperti apa, dan akhirnya kita di sana intinya kehormatan masjid harus dijaga, kehormatan para dai juga harus dijaga, dan akhirnya kita juga terbuka untuk menerima masukan apa sih yang sebenarnya dipermasalahkan,” kata Ustaz Felix di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Rabu, (26/6).
Ustaz Felix merasa selama ini tidak ada komunikasi antara ia dengan pihak-pihak yang menentangnya. Sehingga ia menyambut baik pihak Pemprov DKI yang terbuka berkomunikasi sampai akhirnya membuatnya bisa tetap berceramah di Masjid Fatahillah.
Felix Siauw saat ceramah di Masjid Fatahillah Balai Kota, Rabu (26/6). Foto: Moh Fajri/kumparan
“Kan selama ini komunikasinya nggak terjadi tapi judge dari satu pihak ke pihak yang lain. Kita berharap sudah, alhamdulilah Balai Kota terbuka dan Balai Kota tidak mempermasalahkan sehingga kajiannya bisa tetap dilaksanakan,” ujar Felix yang menjadi mualaf pada tahun 2002 ini.
ADVERTISEMENT
Namun, Felix belum mau membeberkan sebenarnya sejak kapan ia diundang mengisi ceramah. Ia hanya memastikan siapa yang mengadakan acara kajian tersebut.
“Wallahua'lam (diundang atau daftar). Itu nanti ditanyakan kepada pihak Pemprov, tapi agendanya dari pihak masjid,” terang Felix.
Felix memang kerap dikaitkan dengan organisasi yang saat ini sudah dibubarkan karena berlawanan dengan Pancasila, yakni Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Dalam pernyataannya di Facebook pada tahun 2017, Felix juga mengakui dengan terbuka dia anggota HTI.
Usai memberikan kajian, Felix menjelaskan soal itu.
"Kalau yang di-highlight sedikit adalah saya mendakwahkan khilafah, bertentangan dengan Pancasila. Padahal itu sebenarnya bisa kita bicarakan secara ilmiah. Karena itu bukan perkara komunisme misalnya. Tapi itu bagian dari Islam. Mungkin sebagian orang salah paham," jelasnya.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·