Pencarian populer

Ferdinand Hutahaean yang Kini Tak Lagi Dukung Prabowo

Ferdinand Hutahaen, politisi Partai Demokrat yang ditemui awak media pada Kamis (9/8). Foto: Nugroho Sejati/kumparan

Partai Demokrat kini makin berjarak dengan koalisi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi. Setelah berbeda pandangan soal menanggapi hasil pemilu, kini salah satu politikus Demokrat yang dulu sering membela Prabowo, Ferdinand Hutahaean memutuskan tak lagi mendukung 02.

Ferdinand, yang merupakan Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat, membeberkan alasannya tak lagi mendukung Prabowo-Sandi. Ia kesal lantaran buzzer pendukung 02 banyak yang menyerang Ani Yudhoyono. Serangan seperti itu sudah masuk ranah personal dan tak pantas dilakukan.

"Alasan saya satu satunya adalah mereka tidak punya empati kepada ibu Ani," kata Ferdinand, Senin (20/5)

Politikus asal Sumatera Utara itu tak habis pikir dengan akun-akun anonim di media sosial yang menurutnya sungguh tak berperikemanusiaan. Tak sampai di situ, ketika serangan soal Ani dilontarkan dan ia protes, sejumlah rekannya di kubu 02 malah menyerangnya dan menyebutnya baper.

Sikap inilah yang membuat Jubir BPN Prabowo-Sandi ini makin mantap 'meninggalkan' Prabowo.

"Saya tidak mau satu kelompok dengan manusia-manusia yang tidak punya empati terhadap nilai-nilai kemanusiaan seperti itu, nah itu tidak bisa saya terima," sebutnya.

Prabowo Subianto dan SBY usai menggelar pertemuan tertutup di kediaman Prabowo, Kertanegara, Jakarta Selatan, Senin (30/7). Foto: Antara/Sigid Kurniawan

Di kesempatan terpisah, Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan mendukung langkah Ferdinand itu. Menurut dia, serangan kepada Ani sungguh keterlaluan.

"Ibu Ani sedang sakit jadi orang yang rasional berdemokrasi berdebat tentu tahu mana yang boleh, mana yang enggak boleh," kata Hinca di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (20/5)

Namun, Hinca menegaskan sikap Ferdinand tersebut bukanlah sikap partainya. Hinca mengatakan Demokrat masih dalam barisan pendukung Prabowo-Sandi setidak hingga KPU mengumumkan pemenang pemilu pada 22 Mei mendatang.

"Itu sebagai pribadi dia, Partai Demokrat tetap di situ (Koalisi Prabowo-Sandi)," jelas Hinca.

Selain Ferdinand, Jansen Sitindaon juga berang akibat ulah buzzer yang menyerang Ani Yudhoyono. Namun, Jansen belum menyatakan sikap keluar dari BPN Prabowo-Sandi.

"Saya dengar, Jansen juga mau menyatakan mundur cuma saya belum update apakah sudah menyatakan atau belum," tutur Ferdinand.

Sebelumnya pernyataan Ferdinand itu ramai diperbincangkan melalui cuitannya di twitter pada Minggu (19/5).

"Pagi ini, sy menemukan bullyan yg sgt tdk berperi kemanusiaan dr buzzer setan gundul yg mengolok Ibunda Ani yg sedang sakit. Sikap itu sangat BRUTAL. Atas perilaku brutal buzzer setan gundul itu, saya FERDINAND HUTAHAEAN, saat ini menyatakan BERHENTI MENDUKUNG PRABOWO SANDI," cuit Ferdinand, Minggu (19/5)

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.61