kumparan
8 Feb 2019 10:18 WIB

Foto: Aktivis Aksi Kamisan Ancam Golput di Pilpres 2019

Aktivis di aksi Kamisan ke-573 menuliskan di payung hitam "Hak Kami Pilih Golput". Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Setiap Kamis sore baik hujan ataupun tidak, sejumlah aktivis selalu berdiri terdiam di hadapan Istana Merdeka dengan jutaan pesan menuntut pemerintah agar menuntaskan permasalahan pelanggaran HAM masa lalu di Indonesia. Saat ini, aksi Kamisan sudah dilakukan di sejumlah daerah Indonesia tidak hanya terjadi di depan wajah Istana Merdeka.
ADVERTISEMENT
Pada Kamis 07 Febuari 2019 para aktivis seperti biasa mengenakan pakaian berwarna hitam serta membawa payung yang dituliskan sejumlah tuntutan. Kali ini mereka menuntut menuntaskan kasus pelanggaran HAM yang sudah terjadi 30 tahun lalu, yaitu peristiwa Talangsari di Lampung dan pembunuhan terhadap jurnalis serta menuntut pemerintah mencabut remisi untuk I Nyoman Susrama sebagai otak pembunuhan jurnalis Radar Bali AA Gde Bagus Narendra Prabangsa.
Salah satu payung hitam yang dibawa oleh aktivis tersebut tertuliskan "HAK KAMI PILIH GOLPUT".
Aktivis Jaringan Solidaritas Korban untuk Keadilan (JSKK) menggelar aksi Kamisan ke-573. Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Aktivis membentangkan spanduk di aksi Kamisan ke-573. Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Aktivis melakukan aksi Kamisan di depan Gedung Sate, Bandung. Foto: ANTARA FOTO/Novrian Arbi
Aktivis menggelar aksi Kamisan ke-573. Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Aktivis melakukan aksi Kamisan. Foto: ANTARA FOTO/Novrian Arbi
Aktivis membentangkan spanduk bergambar foto sejumlah Jendral TNI di aksi Kamisan ke-573. Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Aktivis melakukan aksi Kamisan untuk menuntut pemerintah agar segera dituntaskanya kasus pelanggaran HAM di Talangsari. Foto: ANTARA FOTO/Novrian Arbi
Aktivis di aksi Kamisan ke-573 menuliskan di payung hitam "Hak Kami Pilih Golput". Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan