kumparan
19 Feb 2019 8:44 WIB

Foto: Lemur Sifaka, Hewan Endemik Madagaskar yang Hampir Punah

Seorang dokter hewan dari Kebun Binatang Besancon merawat seekor sifaka betina, di Besancon, Prancis timur. Foto: AFP/SEBASTIEN BOZON
Kebun Binatang Besancon kedatangan keluarga baru yaitu seekor bayi lemur sifaka mahkota berjenis kelamin betina yang lahir di Besancon, Prancis.
ADVERTISEMENT
Sifaka tersebut diberi nama Soa, sifaka mahkota adalah spesies yang terancam punah dari Madagaskar.
Seekor sifaka betina uang lahir di Kebun Binatang Besancon merawat , di Besancon, Prancis timur. Foto: AFP/SEBASTIEN BOZON
Seorang dokter hewan dari Kebun Binatang Besancon merawat seekor sifaka betina, di Besancon, Prancis timur. Foto: AFP/SEBASTIEN BOZON
Dilansir AFP, hanya ada 6 betina dari 20 ekor lemur yang tinggal di 7 kebun binatang di seluruh dunia pada akhir 2018.
Lemur adalah kelompok primata yang hanya ditemukan di Pulau Madagaskar. Saat ini ada sekitar 60 jenis lemur yang hidup di hampir setiap habitat di seluruh pulau Madagaskar. Perusakan hutan dan perburuan, membuat lemur terancam punah.
Lemur sifaka tinggal di hutan kering yang terletak di bagian timur dan selatan Madagaskar yang menyediakan bunga, buah, dan daun-daunan sebagai sumber makanannya.
Sifaka memiliki berbagai macam teriakan khas, tetapi lebih dikenal sebagai "lemur penari" karena caranya melompat ketika melintasi tanah terbuka. Sifaka tidak berjalan merangkak, tetapi melompat dengan kedua kakinya sambil mengangkat kedua tangannya tinggi-tinggi.
Seekor sifaka betina uang lahir di Kebun Binatang Besancon merawat , di Besancon, Prancis timur. Foto: AFP/SEBASTIEN BOZON
Seekor sifaka betina uang lahir di Kebun Binatang Besancon merawat , di Besancon, Prancis timur. Foto: AFP/SEBASTIEN BOZON
Seekor sifaka betina uang lahir di Kebun Binatang Besancon merawat , di Besancon, Prancis timur. Foto: AFP/SEBASTIEN BOZON
Seekor sifaka betina uang lahir di Kebun Binatang Besancon merawat , di Besancon, Prancis timur. Foto: AFP/SEBASTIEN BOZON
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan