Pencarian populer

Foto: Melihat Beragam Tradisi Usai Lebaran di Nusantara

Sejumlah laki-laki mengangkat "topat" (ketupat) untuk disajikan saat mengikuti tradisi lebaran topat di pantai Batulayar, Lombok Barat, NTB, Rabu (12/6). Foto: ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi

Perayaan Hari Raya Idul Fitri menjadi hajatan besar bagi masyarakat Indonesia yang sebagian besar adalah pemeluk Islam. Tradisi-tradisinya pun beragam, bukan hanya mudik dan bersilaturahmi saja, sejumlah kota di Indonesia memiliki berbagai tradisi usai Lebaran.

Menyambut bulan syawal ini, berbagai tradisi usai Lebaran diselenggarakan sebagai bentuk syukur kepada Yang Maha Kuasa.

1. Lebaran Mandura di Palu, Sulawesi Tengah

Warga mengangkat 'mandura' ke dalam masjid usai diarak keliling kota pada gelaran tradisi lebaran mandura di Kampung Baru, Palu Barat, Sulawesi Tengah, Selasa (11/6). Foto: ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah
Warga mengangkat 'mandura' ke dalam masjid usai diarak keliling kota pada gelaran tradisi lebaran mandura di Kampung Baru, Palu Barat, Sulawesi Tengah, Selasa (11/6). Foto: ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah
Remaja putra memukul bedug pada pembukaan Festival Kampung Baru di Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (11/6). Foto: ANTARA FOTO/Basri Marzuki
Warga mementaskan tari Jepeng pada pembukaan Festival Kampung Baru di Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (11/6). Foto: ANTARA FOTO/Basri Marzuki

Lebaran mandura merupakan tradisi masyarakat setempat yang dilaksanakan setelah menjalani enam hari puasa Syawal dan diyakini telah ada sejak abad ke-18. Warga mengangkat 'mandura' (makanan khas berbahan ketan) ke dalam masjid usai diarak keliling kota pada gelaran tradisi lebaran mandura.

Dilanjutkan dengan perayaan Festival Kampung Baru. Festival ini digelar pada setiap tujuh hari setelah Idul Fitri itu berlangsung tiga hari dan menyajikan aneka kuliner, pentas seni, dan budaya setempat yang didominasi oleh tradisi Islam.

2. Tradisi Kenduri di Boyolali, Jawa Tengah

Sejumlah warga berkumpul saat mengikuti Tradisi Kenduri Ketupat Syawalan di lereng Gunung Merapi, Mlambong, Sruni, Musuk, Boyolali, Jawa Tengah, Rabu (12/6). Foto: ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho

Sepekan setelah Idul Fitri, warga setempat menggelar tradisi kenduri ketupat syawalan bersama yang bertujuan untuk mempererat kebersamaan.

3. Lebaran Ketupat di Durenan, Trenggalek, Jawa Timur

Warga menyaksikan arak-arakan gunungan hasil bumi dalam perayaan Lebaran Ketupat di Durenan, Trenggalek, Jawa Timur, Rabu (12/6). Foto: ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko
Warga berebut gunungan ketupat dalam perayaan Lebaran Ketupat di Durenan, Trenggalek, Jawa Timur, Rabu (12/6). Foto: ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko

Perayaan lebaran ketupat pada H+8 Hari Raya Idul Fitri yang ditandai dengan sajian makanan ketupat gratis ini telah menjadi wisata religi tahunan yang diikuti ribuan warga setempat, termasuk wisatawan domestik luar daerah.

4. Lebaran Topat di Lombok Barat, NTB

Sejumlah laki-laki mengangkat "topat" (ketupat) untuk disajikan saat mengikuti tradisi lebaran topat di pantai Batulayar, Lombok Barat, NTB, Rabu (12/6). Foto: ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi

Di Lombok, usai hari raya Lebaran masyarakat Sasak Lombok melaksanakan Tradisi Lebaran Topat (ketupat). Tradisi ini dilaksanakan tujuh hari setelah Idul Fitri yang diisi dengan kegiatan begibung (makan bersama), silaturahmi ke sanak saudara, ziarah makam serta berlibur ke tempat-tempat wisata.

5. Pesta Lomban di Jepara, Jawa Tengah

Sejumlah warga membawa miniatur kapal yang berisi kepala kerbau dan sesaji yang akan di larung saat prosesi Pesta Lomban di Pantai Kartini, Jepara, Rabu (12/6). Foto: ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho
Warga mengikuti prosesi Pesta Lomban di Pantai Kartini, Jepara, Rabu (12/6). Foto: ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho
Warga mengikuti prosesi Pesta Lomban di Pantai Kartini, Jepara, Rabu (12/6). Foto: ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho
Warga mengikuti prosesi Pesta Lomban di Pantai Kartini, Jepara, Rabu (12/6). Foto: ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho

Di Jepara, Sejumlah warga mengikuti prosesi Pesta Lomban di Pantai Kartini, Jepara. Pesta Lomban yang diadakan sepekan setelah Idul Fitri dengan melarung sesaji berupa kepala kerbau serta hasil bumi ke tengah laut itu merupakan ungkapan syukur dan harapan para nelayan kepada Tuhan atas limpahan rezeki dan keselamatan saat melaut.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.36