kumparan
9 Feb 2019 10:56 WIB

Foto: Mengenal Peristiwa Lengkong di Museum Juang Taruna

Suasana pengunjung di Museum Juang Taruna, Tangerang. Foto: Dok. Dimas
Berbicara mengenai sejarah perjuangan Indonesia mungkin tidak akan ada habisnya. Namun dari sejarah juga, kita belajar tentang proses berdirinya negara ini. Atas dasar tersebut Pemkot Tangerang membuat Museum Juang Taruna untuk mengingat perjuangan pahlawan saat Peristiwa Lengkong.
ADVERTISEMENT
Museum Juang Taruna melengkapi Taman Makam Pahlawan (TMP) Taruna, tempat pejuang peristiwa Lengkong dimakamkan, salah satunya Mayor Daan Mogot.
Berdiri pada 10 November 2016, museum ini menjadi destinasi wisata edukasi bagi para pelajar dan masyarakat untuk mengetahui peristiwa Lengkong tersebut.
"Ruangan pertama terdapat perpustakaan mini yang memuat buku-buku sejarah peninggalan zaman dahulu yang tetap dipertahankan kemudian ruangan kedua memuat foto para Taruna dan sejarah singkat peristiwa Lengkong yang dilengkapi dengan foto," ungkap Jari, petugas Museum Juang Taruna.
Menjadi salah satu wisata edukasi sejarah, museum ini selalu dipenuhi kunjungan siswa sekolah dari berbagai daerah.
"Listing di bulan ini sudah mencapai 16 sekolah dari Kota Tangerang dan berbagai daerah, hari ini dari beberapa SD" tambahnya.
ADVERTISEMENT
Menengok kilas balik peristiwa Lengkong, menambah semangat kita untuk terus berbuat yang terbaik untuk bangsa dan negara agar tidak sia-sia semangat para pahlawan dalam merebut kemerdekaan dan mempertahankannya.
Suasana pengunjung di Museum Juang Taruna, Tangerang. Foto: Dok. Dimas
Pengunjung melihat sejumlah foto yang terdapat di Museum Juang Taruna, Tangerang. Foto: Dok. Dimas
Salah satu prasasti yang menceritakan bagaimana peristiwa Lengkong terjadi di Museum Juang Taruna, Tangerang. Foto: Dok. Dimas
Makam Mayor Daan Mogot di TMP Taruna, Desa Lengkong, Tangerang, Banten. Foto: Dok. Dimas
Makam para pahlawan di TMP Taruna, Tangerang, Banten. Foto: Dok. Dimas
Tugu peristiwa Lengkong di Museum Juang Taruna, Tangerang. Foto: Dok. Dimas
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan