kumparan
23 Jul 2018 16:32 WIB

Meniti Bahagia di Tembok Perkasa

Anak-anak mandi di Kawasan Pesisir Cilincing, Jakarta Utara. (Foto: Jamal Ramadhan/kumparan)
Masa anak-anak adalah masanya bermain. Mereka membutuhkan tempat bermain yang aman, nyaman, dan bersih.
ADVERTISEMENT
Tapi sejatinya dunia ini seluruhnya adalah tempat bermain untuk anak.
Anak-anak bermain mobil-mobilan di Kawasan Pesisir Cilincing, Jakarta Utara. (Foto: Jamal Ramadhan/kumparan)
Seperti anak-anak di kawasan pesisir Cilincing, Jakarta Utara, yang menjadikan giant sea wall atau dinding raksasa pemecah ombak sebagai tempat bermain.
Dinding itu angkuh dan gagah berdiri. Tapi bagi anak-anak Cilincing, dinding itu jadi tempat melompat yang tepat untuk mencebur ke laut yang airnya hitam.
Anak-anak bermain di tumpukkan jaring nelayan di Kawasan Pesisir Cilincing, Jakarta Utara. (Foto: Jamal Ramadhan/kumparan)
Seorang anak bermain di Kawasan Pesisir Cilincing, Jakarta Utara. (Foto: Jamal Ramadhan/kumparan)
Tidak peduli bau sampah yang menyengat atau bahayanya benda-benda tajam yang terserak di pantai, anak-anak itu tetap riang meniti dinding raksasa Cilincing.
Tidak perlu mainan mahal, anak-anak di Cilincing menemukan keseruan tersendiri dengan jala nelayan atau tambang-tambang bekas jangkar kapal.
Anak-anak di Kawasan Pesisir Cilincing, Jakarta Utara. (Foto: Jamal Ramadhan/kumparan)
Anak-anak bermain di Kawasan Pesisir Cilincing, Jakarta Utara. (Foto: Jamal Ramadhan/kumparan)
Seorang anak bermain di Kawasan Pesisir Cilincing, Jakarta Utara. (Foto: Jamal Ramadhan/kumparan)
Jakarta Utara panas meranggas di siang hari bolong.
Tapi anak-anak Cilincing justru menantang panas, tidak peduli kulit hitam terbakar matahari.
ADVERTISEMENT
Yang penting, mereka senang.
Seorang anak di antara pecahan kerang di Kawasan Pesisir Cilincing, Jakarta Utara. (Foto: Jamal Ramadhan/kumparan)
Anak-anak bermain di Kawasan Pesisir Cilincing, Jakarta Utara. (Foto: Jamal Ramadhan/kumparan)
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan