kumparan
4 Mar 2019 20:35 WIB

Foto: Penyelundupan 1.500 Kura-kura Langka

Barang bukti kura-kura sulcata yang ditemukan petugas Bea Cukai Bandara Internasional Ninoy Aquino. Foto: BUREAU OF CUSTOMS, PHILIPPINES via REUTERS
Sebanyak 1.529 kura-kura dan kura-kura dari spesies yang berbeda ditemukan di empat bagian bagasi yang tidak diklaim di area kedatangan Bandara Internasional Ninoy Aquino, Minggu (3/3).
ADVERTISEMENT
Empat bagasi tersebut tidak diambil oleh pemiliknya, Bea Cukai memerkirakan harga kura-kura tersebut sekitar 4,5 juta Peso atau Rp 32,8 M.
Polisi yakin tas-tas itu ditinggalkan setelah pemilik mengetahui tentang hukuman keras untuk perdagangan satwa liar ilegal.
Barang bukti kura-kura sulcata yang ditemukan petugas Bea Cukai Bandara Internasional Ninoy Aquino. Foto: BUREAU OF CUSTOMS, PHILIPPINES via REUTERS
Jika tertangkap, mereka bisa menghadapi dua tahun penjara dan denda hingga 200.000 peso.
Beberapa hewan berasal dari spesies Kura-kura Sulcata berada pada daftar merah spesies terancam punah.
Kura-kura sering dipelihara sebagai hewan peliharaan yang eksotis, tetapi kadang-kadang juga digunakan sebagai pengobatan tradisional atau disajikan sebagai makanan lezat di beberapa negara di Asia.
Daging mereka dipercaya mengandung afrodisiak (zat yang mampu meningkatkan gairah seksual), sedangkan tulangnya juga bermanfaat untuk pengobatan.
Hewan-hewan itu saat ini telah diserahkan ke Wildlife Traffic Monitoring Unit.
Barang bukti kura-kura sulcata yang ditemukan petugas Bea Cukai Bandara Internasional Ninoy Aquino. Foto: BUREAU OF CUSTOMS, PHILIPPINES via REUTERS
Barang bukti kura-kura sulcata yang ditemukan petugas Bea Cukai Bandara Internasional Ninoy Aquino. Foto: BUREAU OF CUSTOMS, PHILIPPINES via REUTERS
Barang bukti kura-kura sulcata yang ditemukan petugas Bea Cukai Bandara Internasional Ninoy Aquino. Foto: BUREAU OF CUSTOMS, PHILIPPINES via REUTERS
Barang bukti kura-kura sulcata yang ditemukan petugas Bea Cukai Bandara Internasional Ninoy Aquino. Foto: BUREAU OF CUSTOMS, PHILIPPINES via REUTERS
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan