Pencarian populer

FPI soal Ruhut Minta Rizieq Tak Pulang: Siapa Dia, Melarang-larang

Pengacara FPI, Sugito Atmo Pawiro saat ditemui di Polda Metro Jaya. Foto: Andreas Ricky Febrian/kumparan
Politikus PDIP, Ruhut Sitompul mengeluarkan pernyataan terkait upaya Front Pembela Islam (FPI) yang ingin memulangkan Imam Besar FPI, Rizieq Syihab dari Arab Saudi.
ADVERTISEMENT
Menurut Ruhut, sebaiknya pemerintah tak usah repot-repot untuk membantu memulangkan Rizieq ke tanah air, karena akan menimbulkan kekacauan dan masalah baru.
Menanggapi hal tersebut, pengacara dan juga Ketua Bidang Bantuan Hukum FPI, Sugito Atmo Prawiro, mengatakan tidak ada hak apa pun Ruhut melarang Rizieq Syihab pulang.
"Terus mengatakan tidak usah pulang saja, memang Ruhut Sitompul itu siapa melarang-larang, kasih opini, enggak pada tempatnya statement itu," kata Sugito saat dihubung kumparan, Senin (22/7).
Sejumlah massa kampanye akbar Prabowo-Sandi mengibarkan bendera dengan gambar Habib Rizieq Shihab di Stadion Gelora Bung Karno. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
Menurut Sugito, pernyataan Ruhut tersebut tak sepatutnya dikeluarkan untuk melarang kepulangan Rizieq Syihab. Sugito juga meminta Ruhut tak mengeluarkan pernyataan-peryataan yang menyudutkan Rizieq Syihab sebagai orang yang melanggar hukum.
"Janganlah membuat statement-statement yang justru memunculkan permasalahan baru," lanjutnya.
Ruhut Sitompol di Bareskrim Polri, Senin (22/7). Foto: MIrsan Simamora/kumparan
"Habib itu adalah warga negara Indonesia yang baik dan taat hukum. Jadi janganlah mengatakan seakan-akan hanya akan memunculkan masalah," ungkapnya.
ADVERTISEMENT
Sebelumnya, Ruhut meminta Presiden Jokowi tidak meladeni permintaan partai oposisi soal kepulangan Rizieq. Ia menyebut, imam besar FPI tersebut masih terlilit sejumlah kasus.
“Jadi Pak Jokowi enggak usah ngajak pulang. Karena kasus yang dihadapinya seperti film Rambo, berjilid-jilid,” kata Ruhut di Bareskrim Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (22/7).
Rizieq Shihab usai mencoblos di Makkah, Arab Saudi. Foto: Dok. Istimewa
Ruhut menilai, keberadaan Rizieq di Indonesia dapat menimbulkan kekacauan baru. Oleh karena itu, keberadaan Rizieq di Arab Saudi sudah sangat tepat.
“Saya tegas mengatakan Rizieq baiknya di sana saja,” ungkap dia.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan dan Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.86