Pencarian populer

Geng Motor Kriminal Depok Diduga Pakai Obat Keras Agar Makin Bernyali

Geng motor di Depok (Foto: Dok. Polres Depok)

Maraknya peredaran obat keras atau obat berkategori G di kota Depok dianggap meresahkan masyarakat. Pasalnya, obat kategori G merupakan obat yang penggunaanya harus berdasar resep dari dokter.

Menurut Kasie Pemberantasan BNNK Depok, Toto Susilo, obat-obat tersebut dijual bebas di toko-toko obat tanpa menggunakan resep dokter. Yang lebih memprihatinkan, kebanyakan pembelinya adalah anak-anak remaja.

"Ada juga (siswa) SMP, SMA, tapi kebanyakan masih yang pengangguran, pengamen, (anak-anak) jalanan, atau yang bekerjanya serabutan," kata Toto.

Toto menambahkan, obat-obat yang dibeli adalah obat yang mengandung efek penenang seperti Tramadol dan Trihex. Selain efek yang menenangkan, dua obat itu dipilih karena harganya yang murah yakni kisaran Rp 20-25 ribu per lima butir.

Tramadol dan obat-obat kategori G lainnya (Foto: Maulana Ramadhan/kumparan)

Tidak hanya siswa sekolah dan anak jalanan, pengguna obat-obat keras ini disinyalir adalah anggota geng motor yang kerap berbuat onar. Menurut Toto, hal itu dilakukan agar para anggota geng motor tersebut memiliki keberanian.

"Jadi ada berani, jadi pede, yang untuk geng motor kan jadi berani. Kaya orang mabuk-mabukan overdosis kan jadi berani. Sangat berbahaya sekali ini. Untuk anak-anak Depok ini perlu perhatian sekali," tutur Toto.

Keberadaan geng motor memang bukan hal baru di Depok. Belum lama ini, Polresta Depok berhasil meringkus 12 anggota geng motor yang menamakan dirinya 'Pulang Pagi'. Geng motor Pulang Pagi diketahui telah mengeroyok seorang pria bernama Rizal di Odysen Barber Shop, Tanah Baru, Depok pada Senin (2/4).

Sebelumnya, pada Desember 2017, geng motor bernama Jepang pernah menjarah sebuah distro di Jalan Sentosa Raya, Depok.

Sementara itu, terkait adanya dugaan penggunaan obat-obatan keras oleh anggota-anggota geng motor, Kabid Humas Polda Metro Jaya Argo Yuwono mengatakan akan menelusurinya.

"Saat ini (penyelidikan) belum ke sana, kami akan selidiki lebih lanjut," kata Argo saat diwawancara terpisah.

Video
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.60