kumparan
18 Mar 2019 16:50 WIB

Golkar Ancam Sanksi Erwin Aksa karena Dukung Prabowo

Meutya Hafid setelah rapat paripurna. Foto: Moh. Fajri/kumparan
Politikus Golkar Erwin Aksa terlihat hadir di debat ketiga Pilpres 2019, Minggu (17/3). Namun, Erwin duduk di barisan pendukung Prabowo-Sandi yang notabene bukan pasangan yang diusung oleh Golkar. 
ADVERTISEMENT
Menanggapi hal ini, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Bidang Media dan Penggalangan Opini Partai Golkar, Meutya Hafid, menjelaskan sanksi akan diberikan kepada kader yang dinilai keluar dari garis dan kebijakan partai. 
"Sesuai aturan organisasi, setiap kader yang keluar dari garis partai ada konsekuensinya. Mulai dari teguran lisan, tertulis, sampai yang paling berat sanksi diberhentikan," ujar Meutya Hafid saat dihubungi, Senin (18/3).
Erwin Aksa di Debat Ketiga Calon Wakil Presiden (Cawapres) Pemilu 2019 di Hotel Sultan, Minggu, (17/3). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Meutya menuturkan, hingga saat ini Golkar belum mengambil sikap terkait dukungan Erwin kepada Prabowo-Sandi. 
"Mengenai keterlibatan Pak Erwin di kubu 02 sampai sekarang belum ada pembahasan di partai karena kami baru mendapatkan informasi tersebut," jelas Meutya. 
Selain itu, Meutya menjelaskan, majelis etik partailah yang akan memutuskan apabila ditemukan fakta lain terkait sikap politik keponakan Jusuf Kalla tersebut. 
ADVERTISEMENT
"Jika ada temuan lain yang menguatkan keberpihakan Pak Erwin kepada 02, termasuk pernyataan dari Pak Erwin sendiri baik kepada kami maupun kepada media massa, maka akan menjadi atensi khusus DPP dan dapat dibawa ke majelis etik partai," tutur Meutya. 
"Sesuai peosedur, majelis etik akan memberikan rekomendasi kepada ketua umum. Kita lihat nanti ya masih berproses," pungkasnya.
Erwin Aksa di Debat Ketiga Calon Wakil Presiden (Cawapres) Pemilu 2019 di Hotel Sultan, Minggu, (17/3). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Erwin Aksa saat menjabat sebagai Ketua Bidang Koperasi DPP Golkar. Ia merupakan anak dari Aksa Mahmud pengusaha asal Sulawesi Selatan. Aksa Mahmud sudah mendeklarasikan diri untuk mendukung Jokowi.
"Incumbent potensi 30 persen menang. Ada kemungkinan. Saya dukung incumbent. Saya dukung incumbent yang menang," kata Aksa di Kebayoran, Jakarta Selatan, (5/2)
Namun, Erwin Aksa memang terkenal sahabat dekat dari Anies Baswedan. Bahkan, Erwin pernah meminjamkan Anies helikopter usai Pilkada DKI 2017.
ADVERTISEMENT
Tak hanya itu, Erwin juga bersahabat dengan Sandiaga Uno karena keduanya pernah sama-sama satu organisasi di Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI).
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan