kumparan
24 Okt 2018 15:09 WIB

GP Ansor Sinyalir Ada Skenario Pengibaran Bendera HTI di Acara NU

Ketua PP Ansor Yaqut Cholil Quomas (Foto: Tim Media Ganjar Pranowo)
Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas atau yang akrab disapa Gus Yaqut mengatakan pihaknya mendapat kabar bahwa kemunculan bendera HTI (Hizbut Tahrir Indonesia) di peringatan hari santri tak hanya di Garut, Jawa Barat.
ADVERTISEMENT
"Jadi, kami menemukan beberapa insiden pengibaran bendera HTI di peringatan Hari Santri," kata Gus Yaqut di Kantor GP Ansor, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Rabu (24/10)
"Tadi disebutkan ada di Bandung Barat selain Garut kemudian ada di Ciamis, di Karawang, ada di Tasik kota dan Tasik Kabupaten, ada di Semarang, ada di Yogya, ada di Kalimantan selatan, dan di banyak tempat yang kami temukan," sambung Gus Yaqut.
Ia menduga kemunculan bendera HTI di hari santri itu merupakan upaya yang sudah terencana atau sistematis. Namun, ia mengaku belum menemukan penyebab sebenarnya.
"Apakah bertujuan politik karena ini tahun politik atau hanya semata-mata menyasar NU saja, kita sedang turunkan tim untuk melakukan investigasi," ungkapnya.
Markas HTI di Tebet (Foto: Anggi Dwiky/kumparan)
Gus Yaqut meyakini bendera yang dibakar oleh kader Ansor di Garut merupakan bendera HTI. Gus Yaqut memiliki dua alasan. Pertama, bendera tersebut kerap muncul dalam kegiatan-kegiatan HTI. Ia mencontohkan kegiatan akbar HTI di Gelora Bung Karno pada tahun 2013 lalu.
ADVERTISEMENT
Kemudian. saat persidangan HTI di pengadilan tata usaha negara, HTI terang-terangan menyebut bendera seperti yang dibakar Ansor itu merupakan bendera HTI.
"Di situ disampaikan apa yang kita kenal sebagai bendera HTI itu ditunjuk oleh HTI bahwa itu bendera mereka, mereka mengakui di persiangan itu," pungkasnya.
Sebelumnya, ulah kader GP Ansor membakar bendera bertuliskan kalimat tauhid itu memicu kemarahan sebagian kelompok muslim karena dianggap memicu permusuhan. MUI menilai bendera yang dibakar adalah bendera dengan tulisan kalimat tauhid, bukan bendera HTI seperti diyakini Ansor.
Buntut dari kasus ini, anggota Banser dipanggil polisi untuk diperiksa.
Suasana konferensi pers terkait pembakaran bendera HTI, di Kantor GP Ansor, Jakarta Pusat, Rabu (24/10/2018). (Foto: Rafyq Panjaitan/kumparan)
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·