kumparan
23 Okt 2018 10:09 WIB

GP Ansor soal Petisi Bubarkan Banser: Santai Saja

Banser dan Ansor. (Foto: Aditia Noviansyah/kumparan)
Polemik aksi pembakaran bendera oleh sekelompok orang dari GP Ansor saat perayaan Hari Santri Nasional di Garut terus bergulir dan menjadi perbincangan publik.
ADVERTISEMENT
GP Ansor berkukuh bendera yang dibakar itu adalah bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), organisasi terlarang di Indonesia. Tetapi, beberapa pihak lain memaknai bendera yang dibakar itu sebagai bendera tauhid. Perdebatan ini kemudian meluas ke media sosial dan muncullah tagar di Twitter ramai #BubarkanBanser hingga petisi BuBaRKaN BANSER di situs change.org.
Merespons hal itu, Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut mengaku santai saja dengan berbagai kecaman yang ditujukan kepadanya dan organisasinya.
"Santai saja, kita menjadi bisa mengindentifikasi siapa mereka sebenarnya, siapa saja mereka, dari mana asalnya, organik atau robot, arahnya ke mana dan sebagainya," ujar Gus Yaqut kepada kumparan, Selasa (23/10).
Hanya saja, ia menegaskan bahwa apa yang dilakukan Ansor/Banser semata-mata demi menjaga keutuhan NKRI serta membentengi Indonesia dari paham-paham yang bertentangan dengan ideologi negara.
ADVERTISEMENT
"Enggak apa-apa, sejarah akan mencatat nanti, siapa dalam posisi kebenaran. Kita tahu kok siapa yang bermain. Kita senyumin saja. Seperti kata Ahmad Dhani hadapi dengan senyuman," pungkasnya.
Petisi itu sendiri dibuat seseorang bernama Shilvia Nanda di situs change.org. Hingga pukul 09.45 WIB, sudah ada 3.300 orang yang menandatangani petisi itu.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·