Pencarian populer

Granat Sisa Latihan yang Tewaskan Dua Bocah di Bogor

Tempat Kejadian Perkara (TKP) granat meledak di Bogor. Foto: Ajo Darisman/kumparan

Sebuah granat yang tidak sengaja ditemukan oleh seorang bocah di Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, meledak. Dua bocah tewas akibat ledakan granat tersebut.

Granat tersebut pertama kali ditemukan oleh M. Ibnu Mubarok (11 tahun), saat bermain di Kampung Padati Mondok RT. 04/09 Desa Ciaruteun Ilir, Kecamatan Cibungbulang, Bogor, Minggu (10/2).

Usai ditemukan, granat tersebut dibawa oleh Ibnu ke rumahnya. Namun, pada Selasa (12/2) granat tersebut sempat dibuang oleh orang tua Ibnu, tetapi granat itu kembali ditemukan oleh Ibnu hingga akhirnya menjadi bahan mainan dengan kedua temannya.

Nahas, granat tersebut meledak usai dipukul-pukul dengan menggunakan batu oleh Ibnu dan kedua temannya. Ibnu meninggal di lokasi akibat ledakan granat tersebut, sedangkan Doni (11) meninggal saat tengah mendapatkan perawatan di RSUD Leuwi Liang, Bogor. Sementara Khairul Islami (11) hingga saat ini harus menjalani perawatan intensif di RS yang sama.

Ibunda Ibnu, Nurhassanah kaget mendengar benda yang sempat ia buang merupakan granat dan menewaskan anaknya. Ia bercerita granat tersebut sempat ia pindahkan beberapa kali ke berbagai lokasi di rumahnya sebelum ia buang.

“Si Adek (Ibnu) bawa dari lapangan tembak, saya masukkan kaleng susu,” kata Nurhassanah.

Siti Nurhasanah, ibu dari M. Ibnu Mubarak, korban meninggal akibat ledakan granat. Foto: Ajo Darisman/kumparan

Sementara itu, Abdul Majid yang juga merupakan ayah dari Ibnu sempat menduga bahwa granat tersebut adalah barang onderdil. Majid sama sekali tidak menduga bahwa benda tersebut adalah granat.

“Enggak tahu itu peledak, kirain saya mah onderdil. Itu aja anak saya, ini kan bengkel, onderdil-lah,” jelasnya.

Abdul Majid, ayah dari M. Ibnu Mubarak, korban meninggal akibat ledakan granat Foto: Ajo Darisman/kumparan

Dari hasil penyelidikan awal, pihak kepolisian menduga bahwa granat tersebut merupakan peninggalan sisa perang kemerdekaan. "Bahwa granat itu kemungkinan granat lama sisa perang kemerdekaan," kata Kapolres Bogor AKBP AM Dicky, saat dikonfirmasi, Jumat (15/2).

Untuk mengantisipasi masih adanya granat di lokasi tersebut, pada Jumat (15/2) pihak kepolisian mengerahkan tim penjinak bom (jibom) untuk melakukan penyisiran di lokasi kejadian. "Lagi dicek juga. Di Jawa Barat masih banyak peninggalan dari zaman revolusi fisik perang kemerdekaan seperti mortir dan lain-lain," kata Dicky.

Selain tim Jibom, tim Puslabfor Polri juga turut mendatangi lokasi ledakan granat. Kedatangan Puslabfor bertujuan untuk mengambil sampel demi mengetahui jenis bahan peledak tersebut. Tujuannya, selain untuk memastikan telah terjadi ledakan, juga untuk menelusuri siapa pemilik granat tersebut.

Kasubdit Bahan Peledak Puslabfor Polri Kompol Jakaria memastikan di sana telah terjadi ledakan. Hal ini ia pastikan berdasarkan lubang-lubang di dinding yang disebabkan serpihan komponen.

“Kita menemukan ada jelaga di situ, ada panas tinggi. Kalau eksplosif itu panasnya bisa mencapai 2.000 derajat celcius,” ujar Jakaria.

Tim Puslabfor Polri mengambil sampel di TKP ledakan granat, Bogor, Kamis (15/2). Foto: Muhammad Darisman/kumparan

“Tujuan kita untuk mendapatkan profiling itu, kira-kira benar ini (milik) militerkah,” ucap Jakaria.

Belakangan, Komandan Resor Militer 061/Suryakencana, Kolonel Infanteri Novi Helmy Prasetya, mengatakan granat yang meledak di Kampung Wangun Jaya, Bogor, merupakan sisa latihan militer. Ia menduga amunisi tersebut terlewatkan pada saat sterilisasi usai latihan.

“Granat yang ditemukan itu barang sisa latihan. Untuk SOP latihan, pascaberlatih harus dilakukan sterilisasi dan penyisiran, mungkin itu terlewatkan,” ujarnya.

Hingga saat ini, penyelidikan terkait ledakan granat tersebut masih terus dilakukan. Sementara itu, satu korban lainnya atas nama Khairul akan menjalani operasi untuk mengeluarkan serpihan granat yang ada ditubuh bocah berusia 11 tahun itu.

Bupati Bogor Ade Munawaroh Yasin mengatakan dirinya akan berkoordinasi dengan kepolisian dan TNI agar kejadian yang menimpa 3 bocah malang itu tak terulang. Ia mengaku khawatir masih ada bahan peledak lainnya di sekitar wilayahnya.

“Saya akan bertemu Pak Danrem. Khawatir masih ada sisa di sana tertimbun tanah atau apa, kita periksa lapangan,” ujarnya.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.53