kumparan
11 Jul 2019 15:24 WIB

Ibu Mengantarku Pergi untuk Terakhir Kali

Retnoningtri, korban tabrak lari di Flyover Manahan, Solo, Senin (1/7). Foto: Instagram/@harrysetiawanj
Tidak biasanya Harry Setiawan diantar sang ibu, Retnoningtri (54), kala akan bekerja merantau ke Kudus. Dari rumahnya di Kelurahan dan Kecamatan Serengan, Solo, Jawa Tengah, mereka pergi ke Terminal Tirtonadi menggunakan sepeda motor pukul 02.00 WIB.
ADVERTISEMENT
Harry sendiri merasa heran mengapa ibunya kala itu ingin mengantarkannya ke terminal. Padahal, biasanya dia berangkat sendiri naik ojek online.
"Saya tinggal di Solo tapi kerjanya di Kudus. Itu ibu saya tumben-tumbenan nganter naik motor ke terminal Solo pagi dini hari, Senin (1/7)," kenang Harry kala dihubungi kumparan.
Sampai di terminal, Harry naik bus menuju Kudus. Sedangkan ibunya balik kanan menuju ke Serengan.
Harry Setiawan, anak pertama korban tabrak lari di Flyover Manahan, Solo, Senin (1/7). Foto: Instagram/@harrysetiawanj
Bus yang ditumpangi Harry masih sekitar 30 km perjalanan dan melewati Boyolali. Lalu ia kaget kala melihat handphone-nya berdering. Nomor ibunya tertera di layar.
"Maaf, Mas, ini dari Satpol PP, ibunya kecelakaan. Tolong balik langsung ke Manahan, Solo," ucap Harry menirukan pesan lewat telepon itu.
Tanpa pikir panjang, Harry turun dari Bus. Ia mencari ojek online dan menumpanginya hingga sampai di Rumah Sakit Kasih Ibu, Solo. Di sana, Harry melihat ibunya dalam kondisi sudah diperban. Di kakinya, ditempelkan kayu untuk sebagai penopang.
ADVERTISEMENT
"Kakinya kan patah enam bagian ya. Paha itu patah akhirnya menimbulkan pendarahan yang parah. Terus tempurung (lutut) itu pecah, pergelangan kaki itu juga patah empat bagian, di rahang kanan itu juga patah," ujarnya.
Ibu Harry kecelakaan dalam perjalanan pulang habis mengantarnya. Retnoningtri ditabrak sedan putih saat melaju di flyover Manahan, Solo.
Dalam sebuah rekaman CCTV yang sempat viral di media sosial, Rabu malam (10/7) terlihat Retnoningtri belok dari arah Manahan. Lalu mobil sedan putih melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Jalan Moewardi, menabrak ibu Harry.
Retnoningtri masih dalam keadaan sadar setelah ditabrak. Ia pun memberitahu nomor Harry kepada Satpol PP yang menolongnya. Saat di rumah sakit, Harry sempat menunggu ibunya dirawat selama 19 jam sebelum akhirnya meninggal
ADVERTISEMENT
"Saya nunggu dari jam 3 subuh sampai dipanggil Tuhan itu jam setengah 10 malam," kata karyawan di perusahaan percetakan di Kudus itu.
Kini, telah 10 hari berlalu, namun pelaku tabrak lari masih buron.
"Kasus ini dalam penanganan kami. Saat ini pelaku sedang diburu," ujar Kepala Unit Kecelakaan Satuan Lalu Lintas Polresta Solo, Iptu Bambang Subekti, Kamis (11/7) kepada partner kumparan, Bengawan News.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan