kumparan
24 Sep 2018 4:45 WIB

India Luncurkan Program Jaminan Kesehatan Terbesar di Dunia

PM Narendra Modi (Foto: Wikimedia Commons)
Pemerintah India di bawah Perdana Menteri Narendra Modi mengeluarkan kebijakan populis mendekati pemilu. Kebijakan jaminan kesehatan nasional bernama Pradhan Mantri Jan Arogya Yojana (PMJAY) atau yang memiliki nama beken 'Modicare' diresmikan mencangkup fasilitas kesehatan untuk 500 juta rakyat miskin di India.
ADVERTISEMENT
Program ini menjadikan India sebagai penyedia program jaminan kesehatan terbesar di dunia baik dari jumlah penerima manfaat sekaligus anggaran yang dipakai. Warga miskin di India memperoleh hak sebesar 500 ribu rupee atau setara Rp 102 juta untuk setiap kasus penyakit serius.
Modi mengatakan jika kebijakan ini dikeluarkan guna mengatasi masalah mahalnya biaya kesehatan. "Layanan kesehatan yang mahal mempengaruhi kehidupan warga miskin. Melalui PMJAY-Ayushman Bharat, kami ingin memperbaiki kehidupan warga miskin dengan bahu-membahu membantu mereka mewujudkan hidup sehat," tulis Modi melalui akun twitternya, Minggu (23/9).
Dikutip dari AFP, kebijakan baru ini akan menguras anggaran pemerintah pusat dan 29 negara bagian sebesar 1,6 miliar dolar AS atau setara Rp 23,7 triliun per tahun.
ADVERTISEMENT
India telah lama menghadapi permasalahan akses masyarakat miskin terhadap fasilitas kesehatan yang layak. Rata-rata biaya yang dihabiskan untuk berobat di India mencapai 15 dolar yang jelas memberatkan jutaan warga miskin India yang hanya mencapai 2 dolar AS per hari.
Modi memulai peresmian program dengan menyerahkan kartu jaminan kesehatan di Kota Ranchi, Jharkhand. Hari itu disebutnya sebagai tonggak sejarah perubahan India. "Sebuah lompatan bagi upaya menyediakan fasilitas kesehatan berkualitas dan dengan kemudahan akses bagi masyarakat miskin. 100 juta keluarga akan mendapat manfaat dari program ini," cuit Modi.
Meski tampak memiliki tujuan positif, program kesehatan yang diusung Modi mendapat kritik karena kental akan kepentingan politik. Kebijakan ini disebut sebagai taktik Modi dan partai Bharatiya Janata untuk mendulang suara pada Pemilu pertengahan tahun depan.
ADVERTISEMENT
"Kebijakan ini adalah sebuah penipuan. Perusahaan asuransi swasta menjadi satu-satunya yang mengambil manfaat. Warga India akan sadar jika kebijakan ini tidak punya niat lain kecuali gimik menghadapi Pemilu," kata tokoh oposisi Congress Party Sanjay Nirupam.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·