kumparan
11 Sep 2019 16:59 WIB

Inggris Izinkan Mahasiswa Baru Lulus Bekerja di Negaranya

Ilustrasi Museum di London Foto: Pixabay
Pemerintah Inggris Raya mengeluarkan kebijakan baru bagi mahasiswa asing. Mereka boleh bekerja selama dua tahun di Inggris setelah lulus.
ADVERTISEMENT
Aturan ini mengubah regulasi yang dikeluarkan oleh eks Perdana Menteri Theresa May semasa masih menjadi Menteri Dalam Negeri. Lewat sebuah aturan, siswa asing dulunya hanya boleh menetap selama empat bulan setelah lulus dari universitas di Inggris.
Namun, setelah bertahan beberapa tahun, Menteri Pendidikan Inggris Gavin Williamson menyatakan aturan tersebut tak akan berlaku lagi.
"Mahasiswa internasional telah berkontribusi bagi negara dan universitas di bidang kebudayaan dan ekonomi. Kehadiran mereka menguntungkan Inggris," kata Williamson, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (11/9).
Ilustrasi bus di London Foto: Reuters/Carl Recine
"Universitas kami sudah berkembang menjadi lembaga global terbuka. Kami akan memastikan sektor pendidikan kami yang bergensi akan terus menarik talenta terbaik dunia ke Inggris," sambung dia.
Sepakat dengan Williamson, Menteri Keuangan Inggris Sajid Javid membuka tangan bagi mahasiswa dunia yang ingin mencari kerja.
ADVERTISEMENT
"Sudah semestinya kita mengubah kebijakan konyol yang sudah berlaku bertahun-tahun. Inggris harus selalu terbuka untuk talenta terbaik dunia," papar Javid.
Kementerian Pendidikan Inggris memastikan semua jenis pekerjaan untuk seluruh tingkatan pendidikan boleh diisi mahasiswa asing.
Bahkan, pemerintah akan memfasilitasi mahasiswa asing yang sudah mendapat kerja untuk merubah visa pelajar menjadi visa kerja bila pekerjaan sudah didapatkan.
Setiap tahunnya ada 450 ribu mahasiswa internasional yang belajar di Inggris.
Kebijakan baru ini di lain sisi berpotensi memunculkan persoalan baru. Terutama soal membanjirnya imigran di Inggris, terutama soal datangnya pekerja berkemampuan rendah.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan