Pencarian populer

Intel AS Tuding Korut Bangun Senjata Nuklir Diam-diam

Terowongan Nuklir Korut Dihancurkan (Foto: News1/Pool via REUTERS)

Intelijen Amerika Serikat meyakini Korea Utara telah meningkatkan produksi uranium untuk pengembangan nuklirnya. Mereka mengklaim telah mengamati aktivitas ilegal Korut itu selama beberapa bulan terakhir.

Dari hasil pengamatan tersebut, Intel AS menyebut Korut memiliki lebih dari satu situs pengembangan nuklir yang dirahasiakan dari publik.

"Sudah pasti mereka mencoba untuk menipu Amerika Serikat," kata seorang intel dalam laporan yang dirilis media AS NBC, dikutip Reuters, Sabtu (30/6).

"Mereka tengah menipu kami (AS) soal jumlah reaktor nuklir, jumlah senjata, dan jumlah rudal. Kami mengamati dengan seksama," sambung intel lainnya.

Menurut Kepala Program Nonproliferasi Asia Timur Institusi Hubungan Internasional Middlebury California, Jeffrey Lewis, mengatakan temuan tersebut mengindikasikan Korea Utara masih memiliki setidaknya tiga reaktor nuklir rahasia yang masih dioperasikan.

"Ini berarti, Korut berniat untuk menunjukkan beberapa situs nuklirnya sebagai bagian dari proses denuklirisasi, namun tetap mempertahankan (situs) yang lain," ujar Lewis.

Hingga kini baik CIA, Kementerian Luar Negeri, maupun Gedung Putih, belum memberikan tanggapan terkait dugaan ini.

Laporan NBC ini bertolakbelakang dengan cuitan Trump pada 13 Juni lalu seusai pertemuannya dengan Pemimpin Tertinggi Korut Kim Jong-un. Kala itu Trump menyampaikan "tak ada lagi ancaman nuklir dari Korea Utara".

Pada pekan lalu Donald Trump juga menegaskan "denuklirisasi total telah dimulai" ketika Korut meledakkan empat tempat uji coba nuklirnya. Namun pihak lain menyebut hingga kini belum ada bukti pelucutan nuklir di Korut sejak pertemuan Trump dengan Kim.

Sebelumnya media pemantau Korut, 38 North, melaporkan operasional pengayaan uranium masih berjalan seperti biasa di situs nuklir nomor satu Korut, Yongbyong. Tidak hanya itu, menurut 38 North fasilitas nuklir itu melakukan pengembangan infrastruktur, yaitu pembangunan rumah bagi reaktor nuklir.

"Citra satelit komersial pada 21 Juni mengindikasikan bahwa peningkatan infrastruktur di Pusat Riset Ilmiah Nuklir Yongbyon masih berlanjut dengan cepat," tulis laporan 38 North.

Korea Utara sebenarnya telah menyetujui denuklirisasi di Semenanjung Korea dalam KTT AS-Korut di Singapura 12 Juni lalu. Namun dalam penandatanganan hasil pertemuan tersebut tidak memberi informasi terkait bagaimana atau kapan Pyongyang akan menyerahkan senjata nuklirnya.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.41