kumparan
18 Feb 2019 3:30 WIB

Intensitas Hujan di DIY Masih Tinggi, Warga Diminta Waspada Banjir

Banjir yang melanda Kecamatan Moyudan dan Seyegan. Foto: Dok. BPBD Kabupaten Sleman
Intensitas hujan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diprediksi masih tinggi. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yogyakarta memprediksi hujan sedang hingga lebat akan terjadi dalam tiga hari ke depan.
ADVERTISEMENT
Kepala Kelompok Data dan Informasi Stasiun Klimatologi BMKG Jogjakarta, Djoko Budiyono, menjelaskan hujan sedang hingga lebat yang turun di wilayah DIY disebabkan munculnya daerah konvergensi di sekitar Jawa akibat munculnya sirkulasi angin tertutup di sebelah barat Sumatera.
“Dampak dari konvergensi atau pertemuan angin ini menyebabkan pembentukan awan-awan hujan menjadi besar di wilayah Yogyakarta,” jelas Djoko saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (17/2).
Berdasarkan analisa BMKG, hujan kemungkinan besar akan turun pada waktu sore dan malam hari. Faktor dinamika atmosfer dan laut masih sangat mendukung bagi pertumbuhan awan-awan hujan, sehingga bulan Februari ini sebagian besar wilayah DIY berpotensi hujan dengan intensitas tinggi.
“Diharapkan kewaspaadaan masyarakat terutama menghadapi bencana hidrometeorologi seperti bahaya banjir, tanah longsor, angin kencang, dan petir yang masih berpeluang muncul di wilayah Yogyakarta,” katanya.
Banjir yang melanda Kecamatan Moyudan dan Seyegan. Foto: Dok. BPBD Kabupaten Sleman
Sebelumnya, hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Sleman pada Sabtu (16/2) membuat sejumlah rumah terendam banjir di Kecamatan Moyudan dan Kecamatan Seyegan.
ADVERTISEMENT
Dari laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman 11 rumah terendam banjir 50 cm di Moyudan dan 46 kolam ikan terendam banjir di Seyegan. Beruntung banjir tidak berlangsung lama dan surut pada Sabtu (16/2) malam.
“Pukul 22.19 ketinggian air sudah mulai surut. Warga terdampak mengamankan barang berharaga ketinggian banjir berkisar 15 cm sampai 50 cm, BPBD mendistribusikan bantuan logistik terkait dampak banjir luapan tersebut,” terang Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Makwan.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan