Iran: Kami Selalu Mempersiapkan Diri untuk Perang

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pasukan Garda Revolusi Iran. Foto: AFP/STR
zoom-in-whitePerbesar
Pasukan Garda Revolusi Iran. Foto: AFP/STR

Pasukan Garda Revolusi Iran menanggapi ancaman Amerika Serikat soal serangan drone di kilang minyak milik BUMN Arab Saudi, Aramco.

Mereka menyatakan, selalu siap berperang dalam skala penuh. Namun, pertikaian yang berujung perang dengan pihak lain bukan tujuan utama Iran.

Menurut Komandan Dirgantara Garda Revolusi Iran, Brigadir Jenderal Amir Ali Hajizadeh, rudal Iran punya kekuatan mengenai pangkalan udara atau kapal Amerika Serikat yang berada radius 2.000 kilometer dari tempat peluncuran.

Asap terlihat setelah kebakaran akibat diserang drone di fasilitas Aramco di kota timur Abqaiq, Arab Saudi, 14 September 2019 lalu. Foto: REUTERS / STR

"Baik kami atau AS tidak menginginkan perang. Ketika kontak kami terlalu dekat dan saat pasukan kami bersentuhan satu sama lain, sangat mungkin konflik terjadi karena salah paham," sebut Hajizadeh seperti dikutip dari Al-Jazeera, Senin (16/9).

"Tentu saja, bila pasukan kami saling berhadapan di lapangan tindakan apa pun dapat memicu perang, kami selalu mempersiapkan diri untuk perang penuh," sambung dia.

Serangan di kilang minyak Aramco terjadi pada Sabtu (14/9) lalu. Kilang di Abqaiq tersebut merupakan fasilitas produksi minyak terbesar Aramco.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Foto: AFP/Nicholas Kamm

Serangan membuat harga minyak mentah dunia pada Senin (16/9) sempat naik.

Awalnya serangan diklaim oleh pemberontak Houthi, Yaman. Klaim itu dibantah AS, mereka meyakini Iran yang harus bertanggung jawab.

Presiden Donald Trump bahkan menegaskan AS sudah ada dalam posisi 'mengunci dan mengisi' serta siap kapan pun menggempur pelaku serangan di kilang minyak Aramco.