kumparan
23 Sep 2018 22:19 WIB

Iran Panggil Tiga Dubes Setelah Serangan Parade Militer

Penembakan di parade militer Iran. (Foto: Tasnim News Agency/via REUTERS)
Kementerian Luar Negeri Iran memanggil Duta Besar Belanda, Denmark, Charge d'Affaires (Kuasa Usaha ad-Interim, red) Inggris. Pemanggilan tiga perwakilan negara asing itu dilakukan terkait serangan yang terjadi saat berlangsung parade militer di Ahvaz.
ADVERTISEMENT
“Disampaikan protes keras Iran atas negara-negara mereka karena menaungi beberapa anggota kelompok teroris yang melakukan serangan di Ahvaz,” ujar Juru bicara Kemlu Iran Bahram Qasemi kepada kantor berita IRNA seperti dikutip kumparan Den Haag, Minggu (23/9).
Qasemi mengatakan Dubes Denmark dan Belanda diberi tahu, Republik Islam Iran telah memperingatkan pemerintah mereka terkait keberadaan teroris. Iran juga menyerukan agar pemerintah Belanda dan Denmark menangkap dan menyidangkan teroris yang diinformasikan Iran.
"Tak bisa diterima bahwa Uni Eropa tidak membuat daftar hitam anggota kelompok teroris ini selama mereka tidak melakukan kejahatan di bumi Eropa," imbuh Qasemi.
Qasemi lebih lanjut mengatakan Pemerintah Belanda dan Denmark diharapkan secara tegas mengutuk tindakan teror ini dan mengekstradisi para pelaku ke Iran untuk diadili secara adil.
Penembakan di parade militer Iran. (Foto: Tasnim News Agency/via REUTERS)
Menurut Qasemi, para Dubes menyampaikan penyesalan mendalam atas insiden yang terjadi. Dia juga mengklaim para Dubes berjanji untuk merefleksikan semua hal yang diangkat dalam pertemuan tersebut kepada pemerintah masing-masing. Mereka juga mengutarakan kesiapan negara-negaranya untuk bekerja sama dengan Iran dalam mengidentifikasi para pelaku dan pertukaran informasi.
ADVERTISEMENT
Kepada Charge d'Affaires Inggris yang mewakili Duta Besar Inggris, Iran menyampaikan keberatannya soal kelompok teroris yang diizinkan untuk mengklaim bertanggung jawab atas serangan melalui jaringan TV berbasis di London. Terkait keberatan Iran, disebut Qasemi, Charge d'Affaires Inggris mengutuk serangan itu. Dia juga mengatakan akan meneruskan protes pemerintah Iran ke London.
Sedikitnya 25 orang tewas dan lebih dari 60 lainnya terluka dalam serangan teror Sabtu pagi di Ahvaz, ibu kota Provinsi Khuzestan, di barat daya Iran.
"Para teroris menyamar sebagai pasukan Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) dan Basiji (sukarelawan) menembaki aparat pemerintah dan orang-orang dari belakang stan selama parade," ujar Gubernur Khuzestan Gholam-Reza Shariati.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·