kumparan
24 Sep 2018 3:04 WIB

Iran Tuduh AS dan Negara Arab di Balik Penembakan Parade Militer

Penembakan di parade militer Iran (Foto: BEHRAD GHASEMI/ISNA/AFP)
Garda Revolusi Iran akan melancarkan "serangan balasan tanpa ampun" kepada pihak yang berada di belakang aksi penembakan terhadap parade militer. Presiden Iran Hassan Rouhani menuding tiga negara dari Teluk Arab berada di balik serangan dan mendapat dukungan dari Amerika Serikat.
ADVERTISEMENT
"Semua negara mata duitan itu didukung oleh AS. Jelas jika AS melakukan penghasutan kepada negara ini untuk merencanakan aksi kriminal," kata Rouhani dikutip dari The Independent.
Rouhani tidak merinci siapa negara Teluk yang dimaksud, meski beberapa pakar dan media internasional menerka arah telunjuk Iran menuding Arab Saudi, Uni Emirat Arab, atau Bahrain. Meski demikian, Iran tetap akan menghukum siapapun pelakunya, sekalipun dilakukan terorganisir oleh negara lain.
"Mempertimbangkan informasi tentang dalang dari kepala para kriminal teroris, mereka akan menghadapi serangan balasan mematikan dan tanpa ampun di masa depan," tulis keterangan Garda Revolusi di Teheran, sebagaimana dilansir Reuters.
Presiden Iran Hassan Rouhani (Foto: AP Photo/Vahid Salemi)
Parade militer di Kota Ahvaz yang bertujuan untuk memperingati Perang Iran-Irak pada tahun 1980-1988 lalu tiba-tiba ditembaki oleh empat orang dari arah warga yang menonton. Garda Revolusi telah menuduh berbagai pihak berada di belakang aksi ini mulai dari Amerika Serikat hingga negara Arab.
ADVERTISEMENT
Tiba-tiba, media Amaq yang menjadi corong publikasi ISIS mengunggah video tiga orang terduga pelaku. Seorang pria memakai topi baseball berlogo Garda Revolusi menceritakan rencana penyerangan. "Kami akan menghancurkan mereka dengan serangan keras cara gerilya, Insyaallah," ujarnya.
Selain itu, kelompok Ahvaz National Resistance yang memotori gerakan separatis etnis Arab di kawasan tersebut juga ikut mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Klaim ISIS maupun Ahvaz belum bisa memberikan bukti yang kuat.
Sebelumnya pejabat tinggi Iran, termasuk Presiden Hassan Rouhani, dengan gamblang menuduh musuh Iran yaitu AS dan Negara Teluk Arab memprovokasi serangan berdarah tersebut. Pejabat Iran juga mengancam akan memberi respons keras terhadap kedua negara jika ditemukan bukti keterlibatan mereka.
Dubes AS untuk PBB, Nikki Haley. (Foto: REUTERS/Toya Sarno Jordan)
Tuduhan tersebut langsung dibantah AS. Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley membantah tuduhan Rouhani. "Dia (Rouhani) telah banyak diprotes rakyat Iran. Banyak uang mengalir ke Iran justru lari ke kas militer. Dia telah mengekang rakyatnya sejak lama dan dia seharunya berkaca sendiri dari mana insiden ini bermula," ujar Haley.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·