kumparan
20 Agu 2018 16:53 WIB

Isak Tangis Warnai Reuni Keluarga Dua Korea

Anggota keluarga Korea Utara dan Korea Selatan bertemu saat reuni di resor Gunung Kumgang Korea Utara, Senin (20/8/18). (Foto: Yonhap via REUTERS )
Reuni keluarga yang terpisah akibat Perang Korea akhirnya digelar pada Senin (20/8) di Korea Utara. Puluhan tahun tidak bertemu, bisa dimaklumi jika pertemuan ini memicu tangis haru para peserta yang kebanyakan sudah lansia.
ADVERTISEMENT
Hanya berlangsung sekitar 11 jam, pertemuan di penginapan Gunung Kumgang, Korut, itu diikuti sekitar 89 keluarga dari Korea Selatan dan 185 orang dari Korea Utara. Awalnya, mereka kesulitan mengenali wajah keluarga mereka yang terpisah sejak 1953, sebelum akhirnya pecah tangis gembira.
"Paman, terima hormat saya," kata Seo Soon-gyo, 55, yang menemani ayahnya Seo Jin-ho, 87, bertemu dua saudara kandungnya asal Korut, Chan Ho dan Won Ho, seperti dikutip Reuters.
Anggota keluarga Korea Utara dan Korea Selatan bertemu saat reuni di resor Gunung Kumgang Korea Utara, Senin (20/8/18). (Foto: Yonhap via REUTERS )
Kim Gyong Sil dan Gyong Yong, 72 dan 71, mengenakan pakaian tradisional Korea, hanbok, berwarna ungu, terpaku di depan pintu masuk memandang seseorang di ujung sana. Ada ibu mereka, Han Shin-ja, 99, yang juga tidak percaya bisa bertemu lagi dengan buah hatinya.
ADVERTISEMENT
Mereka lantas berteriak histeris, berpelukan, dan saling menciumi. "Saat saya lari saat perang..." kata Han, tidak sanggup meneruskan kalimatnya.
Anggota keluarga Korea Utara dan Korea Selatan bertemu saat reuni di resor Gunung Kumgang Korea Utara, Senin (20/8/18). (Foto: Yonhap via REUTERS )
Perang yang memisahkan kedua Korea pada 1950-1953 berakhir dengan gencatan senjata. Status masih berperang antara Korut dan Korsel membuat keluarga yang terpisah tidak bebas bertemu muka.
Reuni kali ini adalah bentuk membaiknya hubungan antara kedua Korea usai pemimpin mereka Kim Jong-un dan Moon Jae-in bertemu.
Keluarga dari Korsel biasanya datang membawakan hadiah-hadiah, mulai dari kaos kaki, celana dalam, jaket musim dingin, obat, odol, makanan, hingga sendok, untuk kerabat mereka dari Korsel.
Anggota keluarga Korea Utara dan Korea Selatan bertemu saat reuni di resor Gunung Kumgang Korea Utara, Senin (20/8/18). (Foto: Yonhap via REUTERS )
"Saya telah membawakan dia obat-obatan, termasuk untuk pencernaan dan obat sakit kepala, suplemen nutrisi untuk diminum setiap hari," kata Lee Soo-nam, 76, sebelum bertemu kakaknya yang terpisah sejak perang.
ADVERTISEMENT
"Dia sudah sangat tua, saya bersyukur karena masih hidup hingga saat ini," kata Lee.
Anggota keluarga Korea Utara dan Korea Selatan bertemu saat reuni di resor Gunung Kumgang Korea Utara, Senin (20/8/18). (Foto: Yonhap via REUTERS )
Sejak tahun 2000 dua Korea telah menggelar 20 kali reuni yang pesertanya dipilih secara lotere. Para keluarga yang terpisah semakin diburu waktu, karena usia mereka kian tua.
Lebih dari 130 ribu warga Korsel telah mendaftarkan diri untuk reuni sejak awal dimulai, tapi kebanyakan mereka saat ini telah meninggal. Kebanyakan yang antre untuk reuni berusia 80 tahun ke atas, peserta reuni tertua saat ini berusia 101 tahun.
Anggota keluarga Korea Utara dan Korea Selatan bertemu saat reuni di resor Gunung Kumgang Korea Utara, Senin (20/8/18). (Foto: Yonhap via REUTERS )
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan