Pencarian populer

Ketika ITB Bersihkan HTI dari Kampus

Institut Teknologi Bandung (ITB). (Foto: Facebook @institutteknologibandung)

Institut Teknologi Bandung (ITB) akhirnya bersikap tegas dengan membekukan organisasi mahasiswa yang diduga berafiliasi dengan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), yaitu HATI atau Harmoni, Amal, dan Titian Ilmu. Sebelumnya, berdasarkan laporan BNPT, ITB merupakan salah satu kampus negeri yang terpapar paham radikalisme.

Wakil Rektor Bidang Akademik ITB, Bermawi, mengatakan organisasi HATI telah lama dicurigai gerak-geriknya. HATI, sering mengundang tokoh-tokoh HTI untuk menjadi pemateri dalam diskusi yang diselenggarakannya.

"Organisasi kemahasiswaan (yang dibubarkan) ini adalah HATI (Harmoni Amal dan Titian Ilmu) yang kami bekukan beberapa minggu yang lalu," ujarnya

Sebelum dibekukan, pihak rektorat sebetulnya sudah memberikan peringatan berupa teguran agar organisasi tersebut tidak menyelenggarakan kegiatan yang bertentangan dengan aturan kampus dan nilai-nilai Pancasila. Namun, mereka enggan menaatinya.

"Diskusi di kampus dan itu kita tegur, sudah dua kali mereka mengadakan diskusi itu. Dari hasil diskusi mereka posting di medsos dan memang ada kaitannya dengan aspirasi dari HTI itu," kata dia.

Gedung ITB (Foto: Facebook ITB)

Menurutnya, organisasi itu sudah eksis sejak lima tahun lalu. Tercatat, sebanyak 59 orang yang menjadi anggota HATI. Saat ini pihak ITB, terus menelusuri secara detail jejak rekam HATI.

Apabila dinilai membahayakan bagi kampus, maka ITB akan melakukan tindakan tegas berupa pembubaran. Namun untuk sementara ini, organisasi kemahasiswaan tersebut masih dibekukan karena mereka hanya berkegiatan pada tataran diskusi.

"Jadi masih wacana. Kalaupun sistem negara khilafah ini masih wacana. Untuk itu kami perlu meluruskan mereka," katanya.

Sebelumnya, Menristekdikti Mohamad Nasir memerintahkan pihak kampus untuk menghentikan seluruh kegiatan di organisasi tersebut dan organisasi lain jika terbukti terafiliasi dengan HTI.

"Semua yang berafiliasi dengan HTI saya suruh hentikan karena dianggap sebagai organisasi terlarang oleh pemerintah," ujar Nasir di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (7/6).

Menristek Dikti Mohamad Nasir (Foto: Yuana Fatwalloh/kumparan)

Sementara itu, tuduhan afiliasi HATI dengan HTI dibantah oleh Ketua UKM HATI ITB, Priagung Satyagama. Menurutnya, sikap kampus yang membekukan HATI sangat sewenang-wenang. Mahasiswa Teknik Informatika ini menyebutkan, kampus tidak memiliki bukti HATI terafiliasi dengan HTI.

"Tuduhan afiliasi itu belum pernah ada buktinya. Karena memang HATI itu independen," ujar Priagung saat duhubungi kumparan, Kamis (7/6).

Menurut dia, HATI merupakan unit kegiatan mahasiswa yang bergerak pada kajian keilmuan. UKM ini sudah berdiri sejak tahun 2005. Saat ini HATI memiliki anggota sebanyak 50 orang.

Saat disinggung kerap mengkaji konsep khilafah, Priagung menganggap itu sebagai hal yang biasa. Karena kajian tersebut tak bisa dilepaskan dari diskursus soal ilmu keislaman. Ia menganggap khilafah bagian dari konsep yang ditawarkan agama Islam.

"Khilafah itu bagian kecil dari kajian kami. Kami juga tidak melulu mengkaji khilafah," katanya.

Aksi Hizbut Tahrir Indonesia. (Foto: Anggi Dwiky Dermawan/kumparan)

Dengan dibekukannya kegiatan HATI, ia mengaku, akan melakukan upaya negosiasi dengan kampus. Caranya, ia akan meminta bantuan dari Keluarga Mahasiswa ITB untuk menengahi polemik tersebut.

"Kita bakal coba advokasi semampu kita. Mungkin bakal minta bantuan juga sama Kabinet KM ITB," terangnya.

Sementara itu, Presiden Keluarga Mahasiswa ITB Ahmad Wali Radhi menyebutkan, akan mendampingi HATI. Mereka akan meminta klarifikasi dari HATI soal tuduhan pihak kampus.

"Karena pada dasarnya mereka juga masih mahasiswa ITB dan menjadi tanggung jawab KM ITB dan rektorat sepenuhnya. Kita semua menginginkan solusi terbaik bagi semua pihak," katanya.

Kegiatan massa HTI sebelum dibubarkan (Foto: Instagram/@hizbuttahririd)

Hingga saat ini,Priagung mengatakan, HATI belum menerima syarat resmi dari kampus bahwa UKM-nya dibekukan. Bahkan, pihak kampus pun, ia klaim, membekukan secara sepihak. Menururnya, sampai saat ini pihak kampus belum pernah melakukan upaya dialog maupun memberi peringatan terlebih dahulu terkait kegiatan HATI.

"Sampai sekarang kita belum terima surat apapun. Semuanya via lisan dan itu karena kita yang bertanya. Jadi pihak kampus tidak pernah berusaha menemui kita," kata mahasiswa jurusan Teknik Informatika semester 5 ini.

Namun, ia mengatakan, pembekuan tersebut tidak berarti aktifitas HATI terhenti. Menurutnya, HATI masih bisa melakukan kegiatannya meskipun tidak menggunakan fasilitas kampus. Namun untuk saat ini, ia katakan, kegiatan sedang libur karena bertepatan dengan cuti lebaran.

"Sebenarnya beku itu bukan bubar. Jadi kegiatan kita bisa seperti biasa. Hanya saja tidak bisa menggunakan fasilitas kampus seperti ruangan dan sebagainya," ucapnya

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Selasa,21/05/2019
Imsak04:25
Subuh04:35
Magrib17:47
Isya19:00
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.22