kumparan
23 Apr 2019 16:55 WIB

Jadi Tersangka KPK, Dirut PLN Sofyan Basir Miliki Harta Rp 119,9 M

Sofyan Basir (tengah) diperiksa sebagai saksi di KPK, Jakarta, Jumat (28/9). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Direktur Utama PT PLN (Persero), Sofyan Basir, telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Sofyan dinilai terlibat dalam kasus suap proyek pembangunan PLTU Riau-1.
ADVERTISEMENT
"KPK meningkatkan perkara ke tahap penyidikan dengan tersangka SFB (Sofyan Basir) Dirut PLN," ujar Wakil Ketua KPK Saut Situmorang, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (23/4).
Sebagai seorang penyelenggara negara, eks Dirut BRI itu tentu wajib menyampaikan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) ke KPK setiap tahunnya.
kumparan pun mengecek berapa total kekayaan Sofyan Basir di laman elhkpn.kpk.go.id. Sofyan tercatat memiliki total harta senilai Rp 119.962.588.941 dari tanggal pelaporan pada 31 Juli 2018.
Sofyan Basir (kiri) diperiksa sebagai saksi di KPK, Jakarta, Jumat (28/9). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Rincian harta Sofyan itu terdiri dari harta tidak bergerak berupa 16 tanah dan bangunan yang lokasinya tersebar di sejumlah wilayah seperti Bogor, Jakarta, Tangerang Selatan, Bekasi. Total nominal 16 tanah dan bangunan itu mencapai Rp 37.166.351.231.
ADVERTISEMENT
Selain tanah, Sofyan memiliki pula harta bergerak senilai Rp 6.330.596.000. Harta bergerak itu terdiri dari 5 mobil yakni Toyota Alphard, Avanza, Honda Civic, BMW, dan Range Rover.
Dalam LHKPN, Sofyan juga tercatat memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp 10.276.000.000, surat berharga senilai Rp 10.313.000.000, serta kas dan setara kas senilai Rp 55.876.641.710
Sehingga total seluruh harta kekayaan Sofyan dalam LHKPN senilai Rp 119.962.588.941.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan