kumparan
7 Des 2018 6:47 WIB

Jelang Demo Kenaikan BBM di Kota Paris, 89 Ribu Personel Disiagakan

Perdana Menteri Prancis Edouard Philippe (Foto: Reuters/Charles Platiau)
Pemerintah Prancis melalui Perdana Menterinya Edouard Philippe mengatakan untuk memperketat pengamanan terkait aksi protes yang akan diselenggarakan pada Sabtu (8/12).
ADVERTISEMENT
Dilansir Reuters Jumat (7/12), Edouard mengatakan untuk memastikan semua berjalan kondusif, pemerintah akan menyiagakan setidaknya 89 ribu personel keamanan untuk mengawal jalannnya aksi protes pada hari Sabtu. 8 ribu personel keamanan, menurut Edouard nantinya akan disiagakan di Kota Paris.
"89.000 anggota pasukan keamanan akan dikerahkan secara nasional pada Sabtu, termasuk 8.000 di Paris," ujar Edouard.
Unjuk rasa di Perancis berubah menjadi kerusuhan. (Foto: REUTERS/Stephane Mahe)
Selain personel keamanan, ia memastikan setidaknya akan ada 10 kendaraan lapis baja milik gendarmerie (pasukan gendarmerie dan polisi militer nasional).
"kendaraan lapis baja juga akan keluar di jalan," kata Edouard.
Untuk memastikan hal yang tak diinginkan terjadi, Pemerintah Prancis pun akan menutup sejumlah obyek wisata. Hal itu dilakukan untuk menempatkan lebih banyak lagi pasukan keamanan pada Sabtu untuk mencegah gelombang protes.
ADVERTISEMENT
Diketahui sebelumnya Pemerintah Prancis membatalkan rencana untuk menaikkan harga bahan bakar minyak. Langkah tersebut diambil untuk meredam aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh kelompok Yellow Vest. Langkah ini dianggap paling tepat untuk menghentikan kerusuhan massa yang merugikan Prancis hingga jutaan dolar.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan