kumparan
24 Apr 2018 12:57 WIB

Jembatan Rancangan Risma Diuji Beban, Diprediksi Tahan 50 Tahun

Uji ketahanan Jembatan Ujung Galuh. (Foto: Phaksy Sukowati/kumparan)
Pemerintah Kota Surabaya lewat Dinas PU dan Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) kembali menguji kemampuan daya tahan Jembatan Ujung Galuh, Selasa (24/3). Jembatan yang didesain sendiri oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini akan dilewati kendaraan besar hingga ratusan ton sebagai uji coba.
ADVERTISEMENT
Sekitar 08.00 WIB, sudah terparkir sejumlah kendaraan besar di tepi kiri dan kanan jembatan yang dibuat November 2017. Ada tiga truk trailer yang memuat eskavator berberat total sekitar 17 ton. Ditambah empat dump truck. Kesemua kendaraan besar itu milik operasional DPUBMP.
Petugas gabungan Dinas Perhubungan Surabaya, polisi lalu lintas dan Satgas Pematusan sudah bersiaga di areal jembatan. Petugas bahkan membuat tenda posko di samping jembatan.
Uji ketahanan Jembatan Ujung Galuh. (Foto: Phaksy Sukowati/kumparan)
Kepala Dinas PU dan Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) Erna Purnawati menjelaskan pihaknya mengukur kemampuan beban jembatan lebih awal untuk memprediksi lama ketahanan jembatan.
"Karena proyek jembatan ini bentuk CSR, maka harus kita ukur kemampuan bebannya sebelum kita serahkan dan dioperasionalkan secara penuh," ujar Erna.
ADVERTISEMENT
Erna mengungkapkan, Pemkot Surabaya menggandeng laboratorium struktur dari ITS untuk menyurvei ketahanan fisik jembatan dengan dimensi panjang 15 meter dan lebar 14 meter itu. "Untuk pemantauan teknis kami serahkan penuh pada mereka," imbuhnya.
Uji ketahanan Jembatan Ujung Galuh. (Foto: Phaksy Sukowati/kumparan)
Menurut Erna, Jembatan Ujung Galuh didesain dengan kapasitas maksimal beban 25 ton dengan usia lifetime 50 tahun. Namun secara dinamis jembatan tetap akan mendapat perawatan berkala sebelum mencapai 50 tahun.
Loading Instagram...
Rencananya dalam waktu sehari hingga malam nanti, tim laboratorium akan menguji ketahanan jembatan dengan beban tonase mencapai 200 ton. Beban kendaraan juga akan dilakukan secara statis dan perjalanan.
Risma, sarjana arsitektur ITS, merancang jembatan yang menghubungkan Darmokali-Ngagel itu dengan konsep menyatu dengan lingkungan. Ornamennya juga diharapkan bisa menghibur pengguna jalan. Sedangkan nama Ujung Galuh dipilih karena Ujung Galuh adalah nama kota Surabaya di masa Majapahit.
ADVERTISEMENT
Loading Instagram...
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan